Press "Enter" to skip to content

APA PERLU JIWA INTERPREUNER DIMILIKI KEPALA SEKOLAH DASAR?

Jiwa interpreuner (jiwa usaha) apa dibutuhkan kepala sekolah? Demikian beberapa pertanyaan menanggapi kesulitan dana oprasional apabila Bantuan Oprasional Sekolah(BOS) terlambat datang. Inilah suatu dilema ketika di sekolah dasar dan Sekolah Menengah Pertama menjadi lembaga pendidikan gratis bagi masyarakat. Ketetapan Pemerintah tidak adanya pungutan biasa pendidikan di SD dan SMP berdasar pada UU tentang Wajib Belajar, secara teknis oprasional lembaga pendidikan , Kepala Sekolah menjalankan roda pendidikan hanya bersandar pada BOS. Namun demikian bagaimana jika BOS itu sendiri terlambat sampai di sekolah? Apakah pihak sekolah perlu menggalang dana lain dari masyarakat. Umpamanya dengan melakukan usaha kop[erasi sekolah sebagaimana dituntut pemimpin lembaga diharapkan memiliki jiwa usaha? Apabila ini dilakukan maka yang menjadi sasaran adalah siswa (orang tua siswa) yang berlawanan dengan kebijakan sekolah gratis di SD dan SMP.
Memang tidak sedikit sekolah-sekolah mengadakan kebutuhan peserta didiknya dengan pengadaan pemenuhan kebutuhan peserta didik melalui koperasi sekolah, seperti pengadaan buku pelajaran, baju seragam yang biasanya dijual pada awal tahun ajaran atau awal semester. Tentu saja ini menjadi perdebatan dikalangan masyarakat mengapa sekolah gratis tetapi tetap saja menjual buku? zNamun perlu masyarakat m,engetahui bahwa BOS sebagai belanjka inves pendidikan di sekolah belum atau telah mencukupi kebutuhan suatu sekolah. jadi marilah kita masyarakat dan pendidik memiliki saling pengertian akan hal dana BOS itu. Bukankah tanggung jawab pendidikan tidak hanya terletak pada pemerintah saja tetapi juga rakyat haris peduli terhadap pendidikan bangsa. Karena itu wajar apabila kepala sekolah yang memiliki jiwa usaha melakukan upaya usaha untuk memenuhi kebutuhan sekolah yang jauh dari cukup. Tetapi tentu tidak dapat dipukul rata, bagaimana jika sekolahitu di desa di lingkungan masyarakat pedesaan yang masyarakatnya menengah ke bawah. Nah.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *