Press "Enter" to skip to content

Antologi-antologi Bersama Terkenal Terkini

Banyak antologi bersama terkenal saat peluncuran, setelah itu sepi Ini karena tidak menjadi bahan ajar di sekolah dan perguruan tinggi. Pelaku pendidikan seperti guru, dosen dan perencana pembelajaran (kurikulum) biasanya mengikuti perkembangan sastra Indonesia agar tak tyertinggal. Namun demikian mereka memilih bukunya sesuai kaidah sastra baku.
Banyak antologi puisi atau buku sastra terkini hanya ramai saat peluncuran sudah itu sepi. Ini dikarenakan kekalahan mutu yang dipandang oleh mereka pelaku pendidikan seperti guru, dosen dan perencana pembelajaran (kurikulum) yang menjadikan buku sebagai sumber belajar.
Untuk dapat menjadikan sebuah antologi tetap dikenal masayarakat maka harus dapat merebut hari pelaku pendidikan yang otomatis menjalankan pendidikan masyarakat lewat sekolah dan perguruan tinggi, sebab pada merekalah buku setiap waktu dibutuhkan aklan dibuka dan dipelajari.
Kelemahan antologi bersama dikarenakan beragamnya puisi peserta yang tidak sama memiliki bobot mutu. Sehingga buku puisi tersebut hanya sebagai dokumentasi perorangan.

Berikut adalah 5 Besar Antologi bersama2 terkenal di Indonesia paca duaribubelasan adalah antologi yang menjadi bahan ajar di Sekolah dan Perguruan tinggi, berikut urutannya
1.Kartini 2012
2.Negeri Poci
3.Puisi Menolak Korupsi
4.Tifa Nusantara
5.Tadarus Puisi

Berikut Perempuan Penyair Indonesia dalam antologi yang menduduki Antologi Bersama Terkenal peringkat pertama Duaribubelasan : Kartini 2012
Antologi Puisi Perempuan Penyair Indonesia Terkini “Kartini 2012″.

  1. Abidah el Khaleiqy
  2. Akidah Gauzillah
  3. Alina Kharisma
  4. Alya Salaisha-Sinta
  5. Ana Westy
  6. Ariana Pegg
  7. Cok Sawitri
  8. Dalasari Pera
  9. Kemalawati
  10. Dhenok Kristianti
  11. Diah Hadaning
  12. Dian Hartati
  13. Dianing Widya Yudhistira
  14. Divin Nahb
  15. Elis Tating Bardiah
  16. Endang Werdiningsih
  17. Evi Idawati
  18. Fanny J. Poyk
  19. Farra Yanuar
  20. Fatin Hamama
  21. Fitriani Um Salva
  22. Frieda Amran
  23. Hanna Fransisca
  24. Hanna Yohana
  25. Helvy Tiana Rosa
  26. Heni Hendrayani
  27. Hudan Nur
  28. Imelda Hasibuan
  29. Inung Imtihani
  30. Ira Ginda
  31. Kalsum Belgis
  32. Lina Kelana
  33. Medy Loekito
  34. Nadine Angelique
  35. Nana Riskhi Susanti
  36. Nella S. Wulan
  37. Nenden Lilis A.
  38. Nening Mahendra
  39. Nia Samsihono
  40. Nona G. Muchtar
  41. Novy Noorhayati Syahfida
  42. Nurani Lely Metta Widjaja
  43. Oka Rusminii
  44. Pipiek Isfianti
  45. Puput Amiranti
  46. Qurrota A’yun Thoyyibah
  47. Ramayani Riance
  48. Ratna Ayu Budhiarti
  49. Ratu Ayu
  50. Rika Istianingrum
  51. Rini Febriani Hauri
  52. Rini Ganefa
  53. Rita Oetoro
  54. Rita Sri Hastuti
  55. Rukmi Wisnu Wardani
  56. Sandra Palupi
  57. Sartika Sari
  58. Sendri Yakti
  59. Seruni Tri Padmini
  60. Shinta Miranda
  61. Sirikit Syah
  62. Sri Runia Komalayani
  63. Sus Setyowati Hardjono
  64. Susy Ayu
  65. Weni Suryandari
  66. Wiekerna Malibra
  67. Winarti Juliet Vennin
  68. Yvonne de Fretes
  69. Zubaidah Djohar (Rg Bagus warsono Kurator sastra di HMGM )

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *