Press "Enter" to skip to content

Yoseph Arakie Ulanaga Bruno Dasion, MARI KITA KE LAUT

Yoseph Arakie Ulanaga Bruno Dasion

MARI KITA KE LAUT
Wahai orang Lamalera!
Janganlah kita lupa akan perahu dan kerja kita di laut.
Biar zaman berganti zaman
Mari jaga dan rawat laut, taman kehidupan
Angin timur berhembus, arus mengalir, matahari perlahan terbit
dengan cahaya bagai kobaran api.
Sahabat, dorong perahu, dirikan tiang dan tariklah layar
Kayuhlah perahu kita dalam irama
Hilibe, hilibe, hilibe… Mari kita ke laut.
Sebab, inilah tugas hidup warisan leluhur,
Kita harus pergi.
496 Puisi Promosi Kepariwisataan
Kampung kita kelaparan dan penuh susah
Yatim-piatu dan para janda menangis pilu
Dengan tangan terulur mereka menanti rezeki dari laut.
Sahabat, mari bersatu kita mengayuh perahu ke laut.
Sebab inilah tugas hidup warisan leluhur,
Kita harus pergi.
Panggil dan kumpulkanlah
Kedua Tuan Tanah–Gule-Narague dan Libbu-Soge,
Tiga Tungku, pemilik perahu, ahli pembuat perahu
dan seluruh masyarakat.
Mari kita duduk bersama di pantai,
Sebagai saudara
Kita bicara bersama tentang nasib hidup kita.
Inilah adat yang diwariskan leluhur,
Kita harus teruskan.
(Yoseph Arakie Ulanaga Bruno Dasion, Kumpulan Puisi:
Pukeng Moe, Lamalera, Yogyakarta: Lamalera, 2011, Hlm.
112—113)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *