Press "Enter" to skip to content

Leksikon Penyair Indonesia di Antologi Gembok 2021

Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia IX 2021
Antologi Puisi Gembok Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia IX 2021

Penulis :
Penyair Indonesia

  1. A. Zainuddin Kr
    A. Zainuddin Kr, terlahir di Pekalongan Jawa Tengah, pada 13 Agustus 1967. Belajar nyastra secara otodidak. Selain puisi, juga sebelumnya lebih suka bikin cerpen yang seringkali dimuat di koran-koran “kuning” sejak pertengahan ahir 80-an. Dan beberapa kali menulis kolom di SHU Rakyat Merdeka ( di tahun 2000 – 2001 ) sebelum ahirnya bersama kawan-kawan Yayasan Gaung rakyat Peduli ( Bekasi ) mendirikan/menerbitkan Tabloid Dwi Mingguan Gaung Rakyat. Beberapa Antologi Puisi yang memuat karyanya, diantaranya: Potret Pariwisata Indonesia Dalam Puisi( Yayasan Komunika Jakarta ’91. Lazuardi Adi Sage ~ Editor ). Sahayun ( Yayasan Taraju Ekspresi Budaya, Padang ’94 ). Serayu ( Taman Budaya Banyumas ), Nuansa Hijau ( Forum Kebun Raya Bogor ), Trotoar ( Roda-roda Budaya Tangerang ) dll. Selain Work Shop dan sarasehan-sarasehan sastra dan kebudayaan, forum yang pernah di ikutinya adalah; Pertemuan Penyair Muda Se Indonesia di Padang tahun 1994, Pertemuan Sasterawan Nusantara IX dan Pertemuan sastrawan Indonesia ’97 di Sumatera Barat 1997. Sejak awal 2005, Ia tinggal di Kampung kelahiranya, Pekalongan. Tepatnya di Jalan Sorobocek Kampung Pendidikan Rt 07 Rw 03 Desa Karangsari Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan 51156 Jawa Tengah. Dan kini mengelola Perpusdes dan Taman Baca Masyarakat ( TBM ) Pustaka Taman Pintar yang menyatu dengan kediamanya.

2.Alifah NH
Alifah NH. Seorang Pendidik dari Mojokerto ini telah menulis beberapa antologi. ‘Terima Kasih GURU’ catatan inspiratif 44 guru Indonesia bersama Media Guru. ‘Cerita Cerita dari Empunala’ kumpulan cerpen bersama Komunitas Penulis Sangkar Buku. 1000 Guru Menulis Puisi Asean’ rekor MURI bersama Rumah Seni Asnur. Beberapa kumpulan cerpen dan puisi bersama DJ center, juga menulis cergam. Membimbing siswa menulis buku hingga menerbitkan beberapa buku karya siswa.

3.Ade Irman Saepul,
Ade Irman Saepul, lahir di Cianjur 15 Februari 2001. Mulai belajar menulis puisi dari tahun 2016 sampai saat ini di rumah kolektif Individu Merdeka. Kini tinggal di Bandung. Pernah menjadi juara 1 lomba cipta puisi dan Jurnalistik yang di gelar oleh Politeknik Piksi Ganesha pada tahun 2018. Menerbitkan antologi puisi berjudul Pasar Tak Mampu Mengusir Kesunyian (2020) dan antologi bersama berjudul Endapan Rindu (2020).

4.Aditya Mahdi Farsya
Aditya Mahdi Farsya/ Aditya Majong
Tempat Tanggal Lahir : Jakarta, 1 Mei 1998
Hobi : Menulis, Membaca, Fotografi, Domisili : Kota Depok, Telah menyukai kesusastraan sejak sd di tahun 2005, dan mulai menulis puisi sejak smp tahun 2011, namun baru aktif saat kuliah karena pekerjaan dan kuliah itu sendiri di tahun 2017. Motif menulis hanya ingin menyuarakan hal hal yang tak biasa disuarakan dan jarang menjadi sorotan. Selain dari para sastrawan, juga mendapat inspirasi dari musik, terutama musik Hip-Hop. Sudah menulis Antologi Corona sekaligus menjadi Antologi pertama yang diikuti, dan Antologi Tadarus Ramadhan dan Antologi sampah 2020.

5.Agus Mursalin
Agus Mursalin, Lahir di Kebumen, bukan di bulan Agustus tahun 1971. Menyukai puisi sejak kelas 4 SD namun baru rajin menulis ketika sudah duduk di bangku SMP meskipun hanya ditulis di buku tulis tanpa pernah diterbitkan, Memasuki jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 1998. Tahun 2017 bersama beberapa sastrawan asal Kebumen dan Gombong dia menginisiasi berdirinya Lingkar Sastra Gombong (Lisong). Dalam komunitas pecinta sastra yang secara rutin menggelar tantangan menulis puisi berthema tertentu setiap minggunya dan di akhir bulan dipilih karya terbaik untuk dipentaskan inilah hobbi menulis dan membacakan puisinya tersalurkan secara maksimal sehingga dia mendapat julukan “Penyair Theatrikal”‘ dari kawan-kawannya di Lisong.
Sebagian karyanya tercatat dalam antologi berjudul Anak Cucu Pujangga (2019), Tadarus Ramadhan 1440H (2019) Perjalanan Merdeka (2020) dan Corona (2020) di Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia. Uhuk (Lisong 2020).

6.Agus Sighro Budiono
Agus Sighro Budiono, lahir pada 26 Agustus, tetapi karena harus masuk sekolah lebih awal, maka di akte kelahiran tertulis 26 Januari 1973. menekuni dunia teater sejak di bangku SMA. Saat ini mengabdikan diri sebagai guru seni budaya di SMK Negeri 2 Bojonegoro. Selain mengajar juga membina di beberapa sanggar seni diantaranya sanggar seni rupa Pasuryan, sanggar teater AWU, dan beberspa kelompok teater sekolah di Bojonegoro. Tahun 1995 Pernah meraih sebagi sutradara terbaik dan Penata artistik terbaik pada lomba drama remaja se jatim di Unesa (dulu IKIP Surabaya) tahun 1999 mengikuti Pertemuan Teater Indonesia (PTI) di Yogyakarta, tahun 2000 mendirikan teater Parkir di IKIP PGRI Bojonegoro dan memulai program pentas road to school yang bertujuan memberikan apresiasi seni teater dan penulisan naskah lakon di sekolah sekolah tingkat SLTP dan SLTA.
Beberapakali meraih penghargaan sebagai penulis naskah terbaik, diantaranya tahun 2000 Naskah Drama anak-anak “Prapto dan Gatot Kaca” (juara 3 sayembata penulisan naskah anak anak oleh pemerintah provinsi Jawa Timur), Senja di ujung Trotoar (Naskah terbaik Fragmen Budi Pekerti tahun 2012, 2017 menjadi sutradara terbaik pada event lomba teater tradisi yang dselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jatim) , tahin 2014 naskahnya yang berjudul “Tanah Adat” dinobatkan sebagai naskah terbaik tingkat nasional dalam festival pertunjukan tradisional di TMII Jakarta. 2017 naskahnya yang berjudul berjudul “Sosrodilogo” menjadi nadkah terbaik dalam festival Seni Tradisi dalam rang HUT Propinsi Jawa Timur di Grand City Surabaya.
Puisi puisinya terhimpun dalam antologi bersama “Serat Daun Jati” (KSMB 2010), Puisi Menolak Korupsi 2 – 6 (2013 – 2016), Memo Untuk Presiden (2014), Memo Untuk Wakil Rakyat (2015) Merangkai Damai (2015), kata Cookies Pada Musim (2015), Corona (Lumbung Puisi 2020) Pandemi Puisi(2020), Pulang (2020) dll.
Tinggal di Desa Ledok Kulon Bojonegoro – Jawa Timur.

7.Aisyah Rauf
Aisyah Rauf, S.Pd, adalah penyair yang tingal di Bulukumba .Namanya tercatat diLumbung Puisi Sastrawan Indonesia.

8.Alfiah S Putra
Alfiah Sri Putra, lahir : Jakarta, 31 Mei 1973 tinggal di Bekasi .Pekerjaan : Pendamping PKH di Kementerian Sosial RI Menyukai kepenulisan sejak SMA
Tidak pernah dimuat di media cetak maupun dibukukan
Publikasi lewat sosial media untuk sosialisasi dan aktualisasi diri

9.Amal Bin Mustofa
Amal Mustofa, penyair tinggal di Bogor. Namanya tercatat di Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.

10.Anisah
Anisah, lulusan D3 IKIP Yogyakarta, S1 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta,Magister Universitas Islam Indonesia, Penulis Buku Antologi Puisi tunggal Tari Soreng tahun 2020, penulis buku antologi puisi bersama, Tadarus Puisi IV, tahun 2019, Anak Cucu Pujangga, tahun 2019, Indonesia Journey, tahun 2020, penulis artikel dan berita pada Majalah Rindang, tahun 2010 & 2020.

11.Annis Muchtarom
Drs. Annis Muchtarom, MM, pena: Annis M. Tarom, lahir bulan Juni di Purwokerto; Sejak di bangku SMP sudah juara menggambar ; di SLTA sudah nulis puisi, juara karya tulis (pelestarian hutan) dan juara baca puisi. Ikut belajar di UNDAR Jombang & STIE Stikubank Semarang. Karya : Kumpulan cerpen, “Cerita-cerita dari Empunala”; “Bupati Roaller-Coacher dan Sandal Jepit Ayu”, “Lelaki Kupu-kupu Sahabat Sania;” (2017) Antologi Puisi Nusantara “Senyuman Lembah Ijen,“, “Kumpulan Puisi Sang Parawi Laut”; “Musafir Ilmu,” -”Doa Seribu Bulan,” (Asnur, 2018). Puisi “Telapak Kaki Kata-kata,” “Brantas,” “Merawat Jiwa yang Hilang,” -”Tamasya Warna; Cerpen “Pertemuan”; “Talqin”, ikut puisi “Gerakan 1000 Guru Asean Menulis Puisi”- Asnur (Rekor MURI-) (2018). Puisi mandiri “Kucing Kembang Asem” (2018), “Dongeng Nusantara” (2019). “Kampung Esay”, “Festival Sonian”, kumpuisi “Benteng Pancasila 242”, “Rinai Rindu Hujan”, ”Pantun 1000 Guru,” “Situs”, “Pantun Nasihat Guru”(2020), “Gurindam Nusantara”. Pernah mengajar di SMK Kesehatan Bhakti Indonesia Medika Kota Mojokerto.


  1. Ardhi Ridwansyah kelahiran Jakarta, 4 Juli 1998. Tulisan esainya dimuat di islami.co. terminalmojok.co, tatkala.co, nyimpang.com, nusantaranews.co, pucukmera.id, ibtimes.id., dan cerano.id. Puisinya “Memoar dari Takisung” dimuat di buku antologi puisi “Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2019”. Puisinya juga dimuat di media seperti kawaca.com, catatanpringadi.com, apajake.id, mbludus.com, kamianakpantai.com, literasikalbar, ruangtelisik, sudutkantin.com, cakradunia.co, marewai, Majalah Kuntum, Radar Cirebon, dan Harian Bhirawa. Penulis buku antologi puisi tunggal Lelaki yang Bersetubuh dengan Malam. Salah satu penyair terpilih dalam “Sayembara Manuskrip Puisi: Siapakah Jakarta”.

13.Arnita
Arnita lahir di bandung 15 juli 1982, perempuan yang mulai suka menulis sejak SMP dan fokus menerbitkan buku dari tahun 2009, sudah tergabung di beberapa antologi puisi selain menulis juga aktiv mengikuti kegiatan sastra dan masuk komunitas sastra di bandung.

14.Arya Setra
Arya Setra, lahir di Bandung 18 Juni 1972. Selain suka menulis puisi, kegiatan sehari-hari sebagai seniman lukis di Pasar Seni Ancol. Menyukai puisi sejak SMP. Penggemar puisi Taufik Ismail, Rendra dan Sutardji Calzoum Bachri. menulis di beberapa Antologi Puisi diantaranya : Antologi Tulisan tangan penyair Satrio Piningit, Antologi Kita di jajah lagi 2017, Antologi Corona 2020 Antologi Puisi Tadarus Ramadhan 1440 H Berbagi Kebahagiaan Lumbung Puisi 2019, Antologi Internasional Perjalanan Merdeka 2020 , Antologi Mbelekethek, Antologi Indonesia Lucu 2018 dan beberapa Antologi bersama lainnya.

15.Asro Al Murthawy
Asro al Murthawy. Lahir Temanggung, pada tanggal 6 November. Adalah Ketua Umum Dewan Kesenian Merangin dan Anggota Komite Sastra Dewan Kesenian Jambi. Karya-karyanya terhimpun dalam Syahadat Senggama (k.puisi, 2017) Equabilibrium Retak (2007), Lagu Bocah Kubu (puisi, tanpa tahun), Kunun Kuda Lumping (k.Cerpen, 2016) dan berbagai antologi bersama sastrawan Indonesia lainnya. Karyanya yang lain: Pangeran Sutan Galumat (2017), Pengedum Si Anak Rimba (2018), Mengenal Lima Sastrawan Jambi (2018), Katan dan Jubah Sang Raja Hutan (2019) Bujang Peniduk (2019) dan Ujung Tanjung Muara Masumai (2019) diterbitkan oleh Kantor Bahasa Jambi sebagai Pemenang Sayembara.. Hadir dalam Temu Sastra Indonesia I (2008), Pertemuan Penyair Nusantara VI (2012) Jambi, MUNSI II (2017) Jakarta, Pertemuan Penyair Asia Tenggara (2018) Padang Panjang,dan Borobudur Writter And Cultural Festival (BWCF) (2019)

16.Aloeth Pathi
Aloeth Pathi, lahir di Pati- Jawa Tengah. Karyanya mengisi banyak antologi Bersama Nasional sejak tahun 2005 seperti Mata Media antologi bersama, Bulan di dada Memerah (Lingkar Study Waroeng Kopie, 2005), Puisi Menolak Korupsi 2 (Forum Sastra Surakarta 2013), Dari Dam Sengon Ke Jembatan Panengel (Dewan Kesenian Kudus dan Forum Sastra Surakarta 2013), keluarga adalah Segalanya #1 (el Nisa Publisher, Jakarta, 2013), 2 Hal (Pustaka Jingga, Lamongan, 2014), Komunitas Harmonika Kehidupan ; Harmonika Desember (Sembilan Mutiara 2014), Kemilau Mutira Januari (Sembilan Mutiara 2014), Menggenggam Dunia (Mafasa 2014) Mom: The First God that I Knew (Garasi 10 Bandung 2014). Ibu dalam Memoriku # 2 (Metakata, Malang 2014), My First Romance (Metakata, Malang 2014), Rindu Rahasia #1 (Pena House, Blora 2014), Cinta Di balik hujan #2 (Pena House Blora, 2014) Kepada Tuan Presiden, (Family Camar 2014), Epifani Serpihan Duka Bangsa (Sembilan Mutiara 2014), Puisi Gemuruh Ingatan (Korban LAPINDO Mengggugat (KLM) dan Urban Poor Consortium (UPC), 2014 ), Solo Dalam Puisi (Sastra Pawon, 2014), Lumbung Puisi Sastrawan, (Indramayu,2014), Lumbung Puisi Sastrawan jilid II, (Indramayu, 2014), Antologi Puisi “Bisikan Kata Teriakan Jiwa untuk Indonesia Tercinta” (de A Media Kreatif, 2014), Pada Negeri Aku Berpuisi (Goresan Pena, 2014), dan lain-lain. Hingga sekarang dan terus aktif mengikuti berbagai kegiatan sastra. Penyair ini tinggal di Pati Jawa Tengah.

17.Asih Minanti Rahayu
Asih Minanti Rahayu adalah seorang pecinta seni, sastra dan agama alumni Sastra Inggris UGM. Aktif membuat antologi puisi. Antologi terbaru diantaranya “Bulan, Senja dan Angin” bersama guru penulis se-Indonesia dalam Komunitas Puisi Jingga, antologi “Corona Gone with the Poetry” bersama penulis 9 negara, dan “Corona:Penyair Mencatat Peristiwa Negeri” bersama Lumbung Puisi. Puisinya setiap bulan tampil di web-web komunitas, seperti Pundi, Genial dan Suara Muhammadiyah. Selain puisi aktif membuat skenario film dan bermain peran dalam film-film lokal. Akting terbarunya bersama anak Difabel. Karya film perdananya berjudul “Aku Ingin Sekolah” tampil di teve-teve lokal.”.

19.Alfiah S Putra
Alfiah S Putra, Namanya tercatat di Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.

20.Aloysius Slamet Widodo
Aloysius Slamet Widodo, lahir di Solo, 29 Februari 1952, Penyair ini dikenal karena puisi – puisi mbeling-nya yang membuat orang tertarik untuk membaca. Karya antara lain Potret Wajah Kita (Jakarta, 2004),Bernapas Dalam Resesi (Jakarta, 2005),Kentut (Jakarta, 2006),Selingkuh (Precil Production, Jakarta, 2007), Namaku Indonesia (Pena Kencana, Jakarta 2012). Penyair ini tinggal di Jakarta

21.Aku Polma Chaniago
Aku Polma Chaniago lahir di Tarutung pada 06-08-1968 yang saat ini meniti hidup di Batam Kepulauan Riau. Menyukai literasi sejak sekolah walau hanya menjadi pengagum pribadi atas karya sendiri.Aktif di berbagai komunitas puisi maupun cerpen.Memiliki antologi wangian kembang dan Sapardi Joko Damono juga antologi cerpen Love Last Mission.
Bergabung dengan berbagai forum literasi sejak 2018 dalam wadah RBB dan ZK Nusantara

22.Arya Arizona

Arya Arizona , puisinya termasuk dalam beberapa antologi nasional. Namanya dicatat di Lumbung Puisi sastrawan Indonesia dalam beberapa antologi Bersama nasional. Penyair ini tinggal di Pekalongan.

23.Ayu Siti
Ayu Siti. Nama sebenarnya Siti Rahayu. Lahir di kota kecil Pelaihari, tepatnya di Desa Panggung. Seorang guru di sebuah sekolah menengah pertama,. Beberapa hal kecil tak berarti yang pernah diraihnya antara lain: tahun 2014, 2016, 2017, 2018, dan 2020, memenangkan beberapa even di tingkat Kabupaten Tanah Laut. Hal itu membuatnya lebih jatuh cinta pada puisi dan dunia literasi. Beberapa karya telah diterbitkan pada beberapa antologi bersama, diantaranya antologi puisi Musafir Ilmu, ASKS Tanah Bumbu 2019, Rainy Day Banjarbaru 2019, Puisi Sayur Mayur Kindai 2019. Antologi Puisi Kuliner Indonesia oleh Lembaga Kindai Seni Kreatif 2020. Antologi Corona Mengepung Listrik Melambung inisiasi Kindai Seni Kreatif 2020. Antologi Ruang Stereo Manusia 2020, antologi ASKS Riuh Imaji Di Tengah Pandemi 2020. Dandapati Tor, Memori Kopi Gayo Tanah Laut, Perempuan Berkerudung Rembulan, merupakan puisinya yang telah diteaterkan oleh beberapa komunitas. Puisi-puisinya berjudul Rumah Penanda Kita,Getar Rindu Kepada H.Boejasin, Pesona Senja, telah dibacakan pada sidang paripurna DPRD Tanah Laut 2019 lalu.

24.Atek Muslik Hati
Atek Muslik Hati, . Namanya dicatat di Lumbung Puisi sastrawan Indonesia dalam beberapa antologi Bersama nasional. penyair ini tinggal di Ambon.
25.Apri Medianingsih
Apri Medianingsih, Berasal dari Kabupaten Way Kanan Lampung. Lahir di Kalipapan, 10 April 2020. Mengawali menulis karya sejak SMP, menyukai puisi sejak usia SD kelas III.Telah berkarya dalam buku tunggal kumpulan puisi berjudul “Irama Kembang Setaman” penerbit Situseni Bandung tahun 2018. Turut berkarya dalm 20 buku antologi puisi bersama, 13 buku antologi cerpen bersama, 1 buku antologi pantun bersama, 1 buku antologi pentigraf bersama, 1 buku antologi puisi tiga bait (putiba), 1 buku antologi gurindam bersama, 1 buku antologi esai bersama. Dan telah banyak karya yang terangkum dalam berbagai festival puisi berkurasi seperti Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB), lomba cipta puisi Suara Hati Guru di Masa Pandemi bersama Dermaga Seni Buleleng (DSB).

26.Ary Toekan,
Ary Toekan nama aslinya Asy’ari Hidayah Hanafi, lahir di Wewit-Adonara Tengah-Flores Timur NTT. pada tanggal 11 Agustus 1981. Beberapa Karyanya berupa jurnalistik, esai dan puisi dimuat di Media Online weeklyline.net, Flores Pos, dan Media Pendidikan Cakrawala NTT. juga menulis buku diantaranya: Buku Antologi Puisi Tapak Tuah, 2017, Buku Revolusi Mental Ala Guru, 2018, Buku Asal- Usul Lewo-Lewo di Flores Timur, 2019, Buku Antologi Puisi Nusantara dan Malaysia “Jiwa-jiwa yang Bahagia dan Menang”, 2020, Antologi Puisi Kabut di Puncak Pasandan, 2020, Saat ini menjadi Wakil Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA) Flores Timur. Tergabung dalam Nara Teater dan menjadi salah satu aktor dalam Lakon Ina Lewo dan tampil pada Festival Teater Nasional Taman Ismail Marjuki Jakarta 2018. Menjadi tenaga pengajar pada SMP Negeri Panca Marga Kolimasang Adonara, Flores Timur, NTT.

27.Asep Khairul Akbar
Asep Khairul Akbar lahir di Tanah Datar Sumatera Barat pada 18 November 1994. Nama pena Askhabar27 atau A.K Akbar adalah penulis amatir yang harus banyak belajar dan membaca. Pernah menulis puisi antologi bersama bertema Kemerdekaan berpola 17845, antologi bersama puisi Berita Esok Hari dengan tema Merindu Indonesia, antologi bersama puisi ARS Publisher dengan tema Indonesiaku di Tahun 2020, dan Antologi bersama Puisi dengan tema Meraih Impian. Tercatat lulus di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat pada tahun 2017, dan sempat menjadi wartawan di salah satu media online di Jakarta. Mungkin kecintaannya kepada tulisan-tulisan Penyair seperti WS Rendra menjadi salah satu faktor warna tulisan tidak terlalu indah tetapi kritis dan berapi-api

28.Ahmad Zainuddin
Ahmad Zainuddin Ujung lahir di Desa Pasi , Kecamatan Berampu , Kabupaten Dairi, 21 Maret 1989. Pendidikan dasarnya di tempuh di SDN No 033911 Belang Malum, jenjang sekolah menengah pertama (SMP) di selesaikan di SMP N 3 Sidikalang , jenjang sekolah menengah atas ( SMA) di selesaikan di SMA N 2 Sidikalang , Kabupaten Dairi. Gelar sarjananya di peroleh dari Universitas Negeri Medan ( Unimed) pada tahun 2012 dengan menyandang gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Pada tahun 2013 penulis terpilih menjadi salah satu guru daerah terpencil dalam program SM3T penempatan Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.
Pada tahun 2014 penulis kembali ke tanah kelahirannya dan menjadi tenaga pendidik di SDN No 030277 Teladan Sidikalang pada tahun 2016. Sekarang penulis aktif mengajar di SDN No 036562 Ponjian. Penulis aktif mengikuti kelas belajar puisi dan mengikuti beberapa event lomba puisi dan telah menghasilkan beberapa karya . Saat ini penulis juga sedang menyelesaikan cerita bersambung dalam bahasa daerah Pakpak dengan tema pendidikan berjudul Mersikkola Tikan Arnia ( sekolah pada zaman dulu). Penulis sudah menetaskan satu buah buku puisi tunggal yang berjudul “SANG PENEROKA DI NEGERI ANDALAS “ dan beberapa buah buku antologi . Penulis juga aktif di kegiatan kegiatan olah raga dengan tercatat sebagai anggota ISORI Kabupaten Dairi.Di samping itu penulis juga aktif di kegiatan literasi,bersama dengan rekan –rekan lintas profesi penulis mendirikan rumah baca literasi.

29.Barlean Aji
Barlean Aji Pria gondrong yang juga PNS di FISIP Universitas Jember ini adalah inisiator lahirnya beberapa komunitas seni/sastra hingga dewan kesenian di kab. Jember. Saat ini aktif bersama Forum Sastra Jember, yang rutin tiap bulan menggelar acara seni budaya bertajuk Srawung Sastra. Sejak 1991 hingga 2006 aktif menyutradari pertunjukan teater baik yang dipentaskan di Jember maupun pentas keliling beberapa kota. Karya-karya puisinya sejak 1994 hingga sekarang tergabung dalam beberapa antologi puisi di Indonesia. Kerap kali pula menjadi juri dalam lomba-lomba baca puisi di wilayah Tapal Kuda.Bersama Laskar Puisi Menolak Puisi (PMK) aktif di Road Show PMK keliling Indonesia. Penyair ini tinggal di pinggiran kota, tepatnya di Krajan Kranjingan Sumbersari Jember.

  1. Buana KS
    Buana K.S lahir di Lahat Sumatera selatan pada 17 Agustus 1985, dengan nama Lahir Bambang Hirawan. Pada tanggal 16-18 Maret 2012 menjadi peserta TemuSastrawan Nusantara Melayu Raya I di Sumatera Barat. Puisi Buana KS pernah ikut dalam pameran Foto dan Puisi yang digawangi Sakti Alam Watir. Puisinya juga pernah dimuat surat kabar lokal seperti Jambi Independent, Pos Metro Jambi, Bungo Pos, Merangin Ekspres, Jambi One dll. Beberapa Karya puisi Buana KS terangkum dalam antologi puisiPenyair Indonesia dan mancanegara, seperti : Antologi 25 Penyair Muda Nusantara “ Traktat Cintadan Dosa Dalam Dendam” (Pena Ananda, Juli 2011), Antologi Sehimpun Puisi Generasi Kini “ JejakSajak” (BPSM 2012), Menguak Senyap (Rios Multicipt, Padang, 2012), Senandung Alam (LeutikaPrio, 2012), Carta Farfalla (Tuas Media, 2012), Talenta Para Pengukir Tinta Emas (AwangAwang Publishing, 2012), Antologi Puisi IGAU DANAU (SanggarImaji, 2012), Bilingual Poetry Anthology SPRING FIESTA “Pesta Musim Semi” (Araska Publisher, 2013), Antologi Puisi Kota Jam Gadang “Bukittinggi Ambo Di Siko (Fam Publishing, 2013), Kumpulan Puisi Penyair Indonesia MEMO UNTUK PRESIDEN (Forum Sastra Surakarta, 2014), Antologi Puisi Penyair duakota “LACAK KENDURI” (Imaji, 2014), Antologi Puisi Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid III (Sibuku media, 2015), Antologi Penyair Menolak Korupsi IV “Ensiklopegila Koruptor” (Forum Sastra Surakarta, 2015), Antologi Puisi Dari NegeriPoci VI “Negeri Laut”(KKK, 2015), Antologi Sekumpulan Puisi Sakkarepmu Penyair Mbeling Indonesia (Sibuku media, 2015), Antologi 13 Penyair Jambi “PENDARAS RISAU” (Rukam&Imaji, 2015) Antologi PuisiPenyair Jambi “Rumah Cinta” (Balai Bahasa Provinsi Jambi, 2015), Antologi Ketupek Bengkulu (Oksana, 2016), Antologi Penyair Jambi ” Siginjai Kata-Kata (RUKAM, IMAJI, 2016), Lumbung sastrawan Indonesia “Perjalanan Merdeka” Antologi Puisi Internasional (Penrbar Media Pustaka, 2020), Antologi Bersama Lumbung Puisi Santrawan Indonesia VIII “CORONA, Penyair Mencatat Peristiwa Negeri ( Penebar Media Pustaka, 2020). Saat ini Buana KS menetap di MuaraBungo, Jambi.

31.Budi Riyoko
Budi Riyoko, adalah penyair yang tinggal di Banyuasin. . Namanya dicatat di Lumbung Puisi sastrawan Indonesia dalam beberapa antologi Bersama nasional.

32.Buya Al – Banjari
Ahmad Sugian Noor, AA, Al – Banjari.Lahir di Barabai, 7 Desember 1958. Alumni FKIP ULM Banjarmasin Thn 1988, Hobimenulis puisi juga aktivis Teater Tradisi Mamanda Banjarmasin. Sering juara lombabaca puisi se KalSel tahun 1980 an.Bbrp puisi pernah dimuat di SKH.Dinamika Berita dan B.Post tahun 1987 – 1990 dan dibbrp Antologi Puisi bersama Penyair di antaranya : BANJARMASINKU DALAMPUISI ’87 (Thn 1987); “BOSNIA DAN FLORES (Banjarmasin, 1993); *MAUMANGMAKNA di HUMA AKSARA (ASKS XIV Thn 2017 Kandangan); SEMERBAK HUTANSEHARUM OMBAK (ASKS XVI Thn 2019 Tanah Bumbu); MERATUS, NyanyianRindu Anak Banua, (Thn 2020); KUMPARAN PUISI, Dapur Sastra Jakarta (Thn 2020);Setelah SAPARDI Pergi, Sehimpun Puisi Tribute to Sapardi Djoko Damono (PustakaDiomedia, Jakarta 2020); RIUH IMAJI di MASA PANDEMI Antologi Puisi ASKS XVIIKalsel, Tabalong 2020 (Tahura Media); RUANG STEREO MISTERI MANUSIA,Antologi Puisi Penyair Kalimantan Selatan, Disporabudpar Kota Banjarbaru (TahuraMedia, Oktober 2020); PENGEMBARA RINDU, 15 Penyair Nusantara (Juara 2, EventSayembara Tri Lomba Cipta Puisi (November 2020, Kosana Publisher, BanyumasIndonesia).Biodata kepenyairan Buya Al – Banjari dimuat dalam buku Sketsa SastrawanKalimantan Selatan (Balai Pustaka Banjarmasin, Banjarbaru, 2001) dan buku LeksikonPenyair Kalimantan Selatan 1930 – 2020 (Tahura Media, 2020).

33.Beti Novianti
Beti Novianti, puisinya mengisi berrbagai antologi Bersama nasional. Penyair ini tinggal di Mukomuko.

34.Bijuri
Bijuri, lahir di Pananggian 7 Juli 1987. Penyair ini tinggal di Binjai Punggal Jalong , Balangan.

35.Brigita Neny Anggraeni
Brigita Neny Anggraeni. Menelesaikan pendidikan sarjana di Fakutas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang pada tahun 2005. Karier menulis digelutinya sejak bangku SMP, berupa ceritera anak-anak yang dimuat tiap minggu di koran harian Suara Merdeka. Bagi wanita yang puna hobi bercocok tanam dan memasak ini, menulis adalah bagian jiwana. Selain ceritera anak-anak, tulisan lainya berupa artikel, esai di beberapa tabloid, buku-buku untuk perpustakaan daerah, dan buku-buku pengetahuan berseri yang telah diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo. Kecintaanya terhadap seni, filsafat dan pengetahuan tentang psikologi yang dipelajarinya di perguruan tinggi mendorong untuk membuat buku parenting dan terus menulis puisi. Penulis saat ini tinggal di Semarang bersama keluarga kecilnya.

36.Chanchan Parase
Candra, Lahir di Medan 11 Juni 1975. Nama facebooknya Chanchan Parase, Pegiat Tarmizi Rumahitam Batam, Antologi bersama yang dikantongi -Gugus Waktu 2017 -Titik Rindu. 2018 -Soekarno. 2018 -HAIKU Hasanah 2019 -Sonian 2019.
37.Che Aldo Kelana
Che Aldo Kelana, penyair asal Atambua. Namanya tercatat di Lumbung Puisi dalam Antologi bersama nasional Sampah 2020. Tinggal di Atambua.

38.Dedari Rsia
Dewa Putu Sahadewa Lahir di Denpasar tahun 1969
Menulis puisi sejak SMP , sekitar tahun 1980an sangat aktif di dunia Sastra
Yang baru dilanjutkan kembali tahun 2015 dan 2016 dengan dua antologi puisi tunggal , serta puluhan antologi puisi bersama .
Bergiat di Kupang sampai kini sebagai dokter spesialis kandungan, sembari penjadi provokator dan anggota di beberapa ajang sastra dan komunitas sastra , termasuk menjadi salah satu pendiri Jatijagat Kampung Puisi di Bali.

39.Dyah Nkusuma
Dyan Nkusuma, terlahir di Wonosobo, 17 Mei 1975, dengan nama Dyah Nur Kusumawati.
Menulis dan baca puisi adalah kegemaran semenjak kanak-kanak.
Menulis di laman gawai semenjak Oktober 2019.
Tiga antologi bersama: Love in Sping,
Kreasi 23442 dan Kata Kita.
Satu Antologi tunggal Sesungai Haiku,
Bunga Mentaya dan lima antologi bersama dalam proses.

40.Dedi Wahyudi,
Dedi Wahyudi,S.Pd ini lahir di Teluk Air Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, 12 Januari 1975. Merupakan anak pertama dari empat bersaudara dari pasangan suami istri yaitu H.Tulus Susilo dan Hj.Sumiyati. Alumnus Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau Pekanbaru tahun 2001.Sekarang menjadi seorang pendidik di SMP Negeri 3 Karimun.
Telah menghasilkan dua (2) buah buku antologi puisi solo yang berjudul Filosofi Sandal Jepit dan Secawan Kopi dan Sebungkus Roti pada tahun 2017. Tahun 2018 telah menghasilkan buku antologi puisi yang berjudul Kutemukan Cinta di Sagusabu, Gurusiana Yang Membahana, dan Menulis Tanpa Batas..Menulis puisi sejak bulan Desember 2015 sampai sekarang.Telah menghasilkan 700-an judul puisi sampai hari ini.Lelaki ini mempunyai resolusi yaitu menulis puisi hingga seribu (1000) judul. Lelaki ini diamanahi sebagai Ketua MGMP Bahasa Inggris SMP Rayon 1 Kabupaten Karimun. Hobinya adalah menulis puisi, mendengarkan musik, bermain tenis meja, menyenangi fotografi, berkebun dan membaca Al Quran.
Penyair ini tinggal di Meral Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau 29666.

41.Dalle Dalminto
Dalle Dalminto penikmat dan pengagum puisi yang lahir pada 5 Februari di Bantul. Sekarang menetap di dusun Bongsren Rt 02, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta 55761. Aktivitas sehari-hari bekerja sebagai PHL di Stadion Sultan Agung Bantul.
Adapun Catatan Langit menjadi buku kumpulan puisi solo pertama, sedangkan Kolaborasi Hati adalah antologi puisi bareng sang istri– Kartika. Dan sehimpun puisi Semesta Berkata merupakan buku solo yang kedua.
Ada juga beberapa karyanya yang termuat di antologi bersama di antaranya: Antologi Sajak-sajak tentang Pindul 2017(FPNB, Kab. Gunungkidul); Antologi Selembar Catatan Rindu 2017(Azizah Publishing); Antologi Puisi ‘Kepada Toean Dekker’, Festival Seni Multatuli 2018 (Disbud Kab. Lebak Banten); Antologi Puisi Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2019; Antologi Geguritan Bantul Sajroning Gurit 2019 (Disbud Bantul);Antologi Geguritan Tilik Wewisik 2019(Disbud DIY), Antologi Puisi Jakarta dan Betawi Doeloe, Kini, dan Nanti 2019, Antologi Puisi, Cerpen, dan Esai: Alumni MUNSI MENULIS 2020, Antologi Puisi The Panic 2020, Antologi Geguritan Kidung Karangkitri 2020 (Disbud DIY), Antologi Carita Cerkak Kedhung Ambabar Tama (Disbud DIY), dll

42.Dwi Anggraini Mujiman
Dwi Anggraini Mujiman. Lahir pada 31 Desember 1987 di Medan, Sumatera Utara. Dia merupakan anak kedua dalam keluarganya dan mempunyai seorang kakak perempuan dan seorang adik laki-laki.
Penulis sering disebut dengan panggilan De, Dwi, dan Ummu Balqis. Mendapat panggilan dengan nama Ummu Balqis, karena dia ibu dari seorang puteri yang bernama Aisyah Reni Balqis. Menyelesaikan pendidikan terakhirnya di SMA Panca Budi Medan, Sumatera Utara. Menulis sejak duduk di bangku SMA, tapi tidak pernah mempublikasikannya. Belajar menulis puisi secara otodidak melalui berbagai bahan bacaan.

43.Dwi Wahyu Candra Dewi
Dwi Wahyu Candra Dewi. Lahir di Blora, 8 Mei 1983. Penulis 1983 merupakan tenaga pendidik di Univ. Lambung Mangkurat Banjarmasin. Menulis puisi baginya merupakan kesempatan untuk menyuarakan kata hati dan pikiran. Karya puisinya ada di beberapa buku antologi bersama Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia, antologi bersama Teater Kail, antologi bersama Komunitas Yuk Menulis dan beberapa karya puisinya mendapat penghargaan oleh Union Mundial de poetas por la paz y la libertad. Ruang menulis karya sastra semoga selalu terbuka untuk memperbaiki peradaban dan menambah keberkahan. Fb: Dwi Wahyu Candra Dewi.

44.Edison P. Malau
Edison P. Malau, lahir di Dusun Napambelang, Desa Soban, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara, 1 Maret 1977. Lulus dan tamat dari Sekolah Dasar (SD) 030372 Soban tahun 1990. Sekolah Menengah Pertama (SMP) diselesaikan tahun 1993 dari SMPN 1 Siempat Nempu. Melanjut ke Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) Negeri 1 Sidikalang dan lulus pada tahun 1996.
Sejak kelas 2 SMP, penulis sudah mulai suka menulis. Tulisan konyol sering tertulis di dinding sekolah dan rumah dengan kata-kata yang dianggap bagus saat itu dan berharap dibaca oleh banyak orang.
menulis di media cetak terbit 2 kali seminggu, terbit mingguan, terbit harian dan sampai saat ini masih aktif menulis di Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) terbit di Medan Sumatera Utara, Jl Brigjen Katamso, Medan. Penulis pernah meraih Juara Harapan III pada Lomba Karya Tulis Jurnalistik tahun 2009 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Tulisan dengan judul “Mengangkat Mutiara Bumi Turang” mendapat nominasi saat itu. Selain itu, tulisannya juga telah terbit di Harian Analisa dengan judul “Berkeliling Tao Toba”.
Sejak tahun 2016 mengajar Jurnalistik di 2 sekolah yang berbeda, SMA St Petrus Sidikalang dan SMPN 1 Tigalingga.

45.Eko Windarto
Eko Windarto, Kelahiran 1962 di Malang.
Jln. Melati. 25. RT. 33. RW. 08. Sekarputih. Pendem. Kec. Junrejo. Kotatif Batu. WA. 085964247913. Antologi bersama PMK 2018, NEWHAIKU 2018, HAIKUKU MELAWAN KORUPSI 2019, TANKA 2019, Antologi Tunggal NYIUR MELAMBAI 2019, pernah juara 1 lomba cipta puisi di Singapura 2017 dan masih banyak lagi antologi puisi bersama. Pusai dan esai pusai termuat di Kawaca.@gmail.com, beberapa puisinya masuk buku KRONIK SEJARAH SASTRA INDONESIA DI MALANG 1991 yang di tulis prof. Suripan Sadi Hutomo dosen IKIP Malang dan IKIP Surabaya. Kumpulan puisi PERJALANAN 1989, KEMBANG KEMBAR 1989 bersama Surasono Rashar. Kumpulan puisi PERJALANAN masuk dokumentasi SASTRA MALANG bersama almarhum WAHYU PRASETYO. Puisinya pernah termuat di media lokal dan ibu kota. Sekarang tinggal di Bali. Mutiara Residen. Jln. Taman Sari 37 A. Kerobokan Kelod. Badung. Kuta Utara.

46.Ence Sumirat
Ence Sumirat lahir di Cianjur 1971.Tulisan dan puisi-puisinya dimuat surat kabar lokal dan nasional.Belajar puisi secara otodidak.Antologi puisi tunggalnya “Berjalan Dalam Kenyerian” akan segera terbit.Disamping ikut juga dalam beberapa antologi puisi bersama.Kini bergiat sebagai presiden BAKEKOK alias Basmi Kejinya Korupsi Kita,sebuah lembaga nirlaba. Penulis tinggal di Cianjur.

47.Evita Erasari
Evita Erasari , Aktif di teater dan kesenian tradisional kethoprak. Menulis puisi sejak 1998. Beberapa puisinya pernah dimuat di media massa Semarang Selain puisi jg menulis artikel sosial budaya, dan psikologi. Antologi yang pernah diikuti : Tambak Gugat , 13 Perempuan Menanak Sajak, Progo 6, Sampah, Corona , Perempuan Bahari, Gambang Semarang.

48.Funky Zubair Affandy
Funky Zubair Affandy, seorang pegiat seni teater, penulis puisi. Lahir dari panggung ke panggung pementasan. Asal dari Sampang, Madura.
Instagram: FunkyZubair Affandy

49.Gambuh R. Basedo
Gambuh R. Basedo adalah penyair yang lahir di Rembang,01 Oktober 1973, saat ini tinggal dan menetap di Rembang, Jawa Tengah.
Anak kandung karyanya dalam Antologi Puisi Tunggal, “Suluk Cinta Kawah Candradimuka” (2020).
Karya karyanya telah diterbitkan dalam antologi bersama, antara lain yaitu : menjadi salah satu “Penyair Jingga” (2012) “Kado Pernikahan”, (2010), “Dandani Luka Luka Tanah Air” (Antologi puisi Numera Malaysia – 2020), “Kesan Covid” (Fakultas Penulis Kreatif dan Filem – Malaysia :2020), “Tribute Sapardi” (2020), “Antologi Para Pendaki” (2020), Broken Heart (2020), Pelangi Cinta (2020), dan lain lain, juga menulis di harian lokal BMRFox Kotamobagu.
Prestasi yang pernah dicapai dalam berkesenian adalah sebagai Duta tari Festifal Tari Surabaya, Jawa timur, tahun 2004, Dalang suluk, Penggagas dan pencipta “Wayang Lontar Ganyar” sejak tahun 2003 hingga sekarang. Penggagas “Ketoprak Cilik” (anak anak usia 10 – 13 tahun) sejak tahun 1990 hingga sekarang.
Kegiatan sehari hari sebagai Penggiat Seni dan Perawat Kebudayaan Jawa juga pelaku Teater Mistis dan Interculturalisme ala Gambuh sejak tahun 2000. Dalang Suluk Wayang Lontar Ganyar.

50.Gampang Prawoto
Gampang Prawoto, lahir Bojonegoro, 23 Oktober 1971, termasuk penyair yang produktif , Aktif di Sanggar Sastra ( PSJB ) Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro. Puisi dan guritnya yang pernah diterbitakan diantaranya Antologi tunggal ”Babat Windu,1997” . Antologi bersama baik bertaraf regional maupun nasional. Tinggal di Bojonegoro Jawa Timur.

51.Gilang Teguh Pambudi
Gilang Teguh Pambudi, bernama KTP, Prihana Teguh Pambudi. Dikenal sebagai Seniman Radio, penyair, dan Pembina Komunitas Seni. Setelah meninggalkan bangku mengajar di kelas, SD-SMP-SMEA, berbekal bakat seni dan sertifikat peserta terbaik nasional pendidikan jurnalistik FP2M Jakarta (1991), memilih fokus aktif di radio sebagai jurnalis, penyiar, Programmer dan Kepala Studio. Penyair yang pernah aktif sebagai jurnalis radio di LPS PRSSNI Jawa Barat dan beberapa radio ini, juga dikenal sebagai narasumber acara Apresiasi Seni dan Apresiasi Sastra di radio-radio, terutama karena aktivitasnya sebagai pembina komunitas seni, Yayasan Seni Cannadrama. Menulis di koran sejak masih berseragam putih-abu, kelas 1 SPGN. Puisi-puisinya telah terbit dalam berbagai buku, baik dalam antologi bersama maupun antologi sendiri. Data diri kepenyairannya dimuat dalam buku Apa Dan Siapa Penyair Indonesia yang diterbitkan oleh Yayasan Hari Puisi Indonesia. Cerpen berjudul, Bayi. Dimuat Surat Kabar Harian Merdeka.. Tiga kali memenangkan lomba sastra spontan, pada lomba cipta puisi spontan Pameran Buku Bandung 1999, lomba baca puisi spontan PRSSNI JawaBarat, tema radio tahun 2000, dan lomba menulis artikel spontan tentang Indonesia dan tentang Jakarta di Pesta Buku Lapangan Banteng Jakarta, 2014. Enam buku antologi puisi terbarunya adalah JALAK (Jakarta Dalam Karung),TAGAR (Tarian Gapura), Mendaki Langit, 100 Aksi Puisi Pramuka, ZIRA (Planetarium Cinta), Bumi Cintaku (Antologi Puisi Dwibahasa), puisi dan tips sukses ORANG RADIO INDONESIA, serta satu buku serba-serbi dunia puisi yang telah terbit, DINDING PUISI INDONESIA.

52.Hapsah Sengaji
Hapsah Achmad nama lainnya Hapsah Sangaji lahirdi Flores Timur , 16- juni -1989, memasuki Strata 1 Ekonomim, menyukai dan menulis puisi , Sehari-harinya adalah pegawai di pemerintahan kab Flores Timur, NTT. Tinggal di Flores Timur.

53.Hasani Hamzah
Hasani Hamzah, lahir di Sumenep pada 16 Agustus 1974. Menulis puisi, cerpen, fiksimini, dan lakon drama anak. Menggagas “Doa Dunia; Antologi Puisi Solidaritas untuk Palestina, Kemanusiaan dan Pembebasan” (Diandra Creatif, 2015). Aktif menulis di media sosial di beberapa komunitas sastra serta terlibat dalam beberapa antologi bersama diantaranya Independen Journey, (Penebar Pustaka 2019), Enigma Covid Kumpulan Puisi Crew SKS & Jam Malam Yogya, Kata Kita Antologi Two Lines Poetry) dan lain-lain. Selain menulis juga menjadi penggerak Malam Puisi Anak Pulau, pembina kelompok teater Cemara sekolah dasar di kampung halamannya. Sekarang ini fokus menyiapkan antologi tunggalnya dan menyelesaikan novel Sipakkan; Laut itu Masih Biru. Pengalaman membaca puisi paling seru yaitu pada acara Sang Gembala; Purnatugas Bpk. A. Mukthie Fadjar, Mahkamah Konstitusi RI di hotel Regents Malang tahun 2009.

54.Hendri Amin Raja Cinta
Hendri Amin Raja Cinta , Lahir di Desa Tebing Tinggi, Muaro Bungo, Jambi 31 Oktober, 1990. Bakat dalam Berpuisi sudah ada sejak kecil, namun belum menemukan wadah untuk menulis, kemudian bergagung di Sanggar Pelangi Program Menulis Online, untuk lebih mengasah kemampuan Menulis. Lalu Puisi – puisinya dimuat untuk pertama kalinya dalam Bloggspot Ruang Pekerja Seni, Januari 2020.
Pria berkulit putih dan tinggi ini, memiliki hobby Pencak Silat, bercita – cita ingin menjadi Aktor Laga, seperti Barry Prima dan Iko Uwais. Juga ingin menjadi Penyair Terkenal seperti Adhiet’s Ritonga.
Menikah dengan Wahidah, pada tanggal 2 Februari, 2013. Telah memiliki 2 orang Putra dan Putri, Petani Perkebunan Karet ini, tinggal di Desa Lubuk Landai. Kec. Tanah Sepenggal Lintas. Kab. Muaro Bungo, Prov. Jambi.

55.Hendra Sukmawan
Hendra Sukmawan. Lahir di Garut, Jawa Barat. Sempat kuliah di Institue of Arabic and Islamic studies Al-Imarat Bandung. Lulus di STAI Sabili Bandung Tahun 2012. Pendiri dan Pembina KTT (Komunitas Teater Tandatanya) juga Inisiator bedirinya Rumah Budaya Sunda Galuh Pakuan. Aktif mengajar di SMP IT dan SMA IT Mekarsewu Garut. Antologi puisinya: Lantunan Puisi Sebaris Doa; BKMPRMI_TV Kota Binjai, Misteri Rasa Dari Isyarat Semesta; KPO 20, Tadarus Puisi IV; Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia, Sampah; Puisi Penyair Indonesia

56.Hendro Suryosastro
Hendro Suryusastro, berdomisili di Yogyakarta. Menulis puisi di Facebook sejak bulanFebruari 2020. Menjadi kontributor naskah cerita di channel YouTube Akulah Cerita sejakDesember 2019.

57.Herman Suryadi
Herman Suryadi, S.Pd., M.Pd. dilahirkan di Bengkulu, 16 Juni 1960. Memasuki Pascasarjana (S-2) Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Bengkulu, 2009.Tahun 1988 – 1998 mengasuh acara siaran “Pelangi Sastra” di Radio Khusus Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu. Sebagai Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Bengkulu (1989-1991). Penulis tetap kolom cerita mini berbahasa daerah Bengkulu, “Kecek Kito Ajo” di Harian Semarak (1992), “Kecek Tobo Kito” di Mingguan Tobo Kito (1999) dan “Celoteh Selengek” di Harian Bengkulen Pos (2005-2006).Buku Fiksi Prosa terbit tunggal yaitu: Novel Remaja“Bahana Camar dan Cemara” (Balai Pustaka Jakarta, 1995) meraih juara II tingkat nasional tahun 1993 di Pusat Perbukuan, Jakarta, Novel Anak “Ketika Raflesia Berbunga” (Adicita Yogyakarta, 2001), Buku dongeng “Mastodon versus Monster” (Menara Mega Perkasa Banten, 2001). Buku Cergam Anak “Putri Gading Cempaka”, “Balai Buntar”, “Benteng Marlborugh” (PKK Provinsi Bengkulu, 2004 dan Citra Sahabat Bengkulu, 2010). Kumcer Anak “Gerhana Bulan di Danau Dendam” (Oksana Sidoarjo, 2014), Kumpulan Cerpen Dewasa “Penghuni Taman Hati” (Pustaka Puitika, Yogyakarta, 2015), Novel Anak “Jatra dan Zoria” (Vio Publisher Medan, 2015), Kumpulan Puisi Anak “Aku Ingin Jadi Presiden” (Wanda Putra Persada Semarang, 2002), Kumpulan Puisi Anak “Simfoni Tanah Lahirku” (Oksana, 2014), Kumpulan puisi “Potret Diri di Bawah Tenda Bunda” (Oksana Sidoarjo, 2015), “Tukang-Tukang dan Dendam Danau Dendam” (Soega Publishing Bojonegoro, 2015), Kumpulan puisi “Sakura dan Raflesia” (Kaifa Publishing Bandung, 2016), Kumpulan puisi “Selamat Pagi Bengkulu” (LovRinz Publishing Cirebon, 2019) Kumpulan puisi “Gairah Bulan Merah Daerah” (LovRinz Publishing Cirebon, 2019), Kumpulan puisi “Semburan Dusta” (LovRinz Publishing Cirebon, 2020). Menulis di banyak antologi bersama nasional sejak tahun 1991. Antologi Cerpen diantaranya : “Sosok Hebat Itu Berlabel Emak” (Halaman Moeka Jakarta, 2012), “Batu Akik Cempaka Merah” (Oksana Sidoarjo, 2015). Karya Non Fiksi edukasi. Pernah Mengikuti “Pertemuan Sastrawan Nusantara” di Sumatera Barat (1997), “Pertemuan Sastrawan se-Sumatera” di Padang (2003), Kongres Bahasa Indonesia VIII di Jakarta 2003, Kongres Bahasa Indonesia IX di Jakarta 2008, Kongres Bahasa Indonesia X di Jakarta, 2013. Sebagai peserta Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (MUNSI) III di Jakarta, 2020.
58.Heru Patria
Heru Patria, adalah nama pena dari Heru Waluyo, seorang guru Sekolah Dasar di Kec. Wlingi Kab. Blitar Jawa Timur yang telah menerbitkan 25 novel, 12 kumpulan cerpen, 1 kumpulan puisi. Novel terbarunya berjudul Remaja Pewaris Surga. Penulis yang beralamat di Bogangin RT.01 RW.06 Kel. Bajang Kec. Talun Kab. Blitar Jawa Timur ini juga merupakan mentor menulis novel dan cerpen di FLP Blitar dan Grup Temu Penulis Blitar.

59.Herry Trunajaya
Herry Trunajaya BS, lahir dan menetap di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Menulis sejak remaja, tulisannya berupa cerpen dan puisi dimuat di media seperti, koran Swadesi, Simphoni, Ria Film, Anita Cemerlang (semuanya sudah almarhum). Bukunya berupa kumcer “Gadis Penabur Bunga” dan sejarah perjuangan “Balikpapan 13 November 1945.” Pemenang utama keempat Lomba Puisi Cinta Tabloid Nyata 2008.

60.Ignas N. Hayon
Ignas N. Hayon seorang penikmat sastra. Puisinya tersebar dibeberapa media cetak lokal dan media online. Penguna akun FB Ignas N. Hayon. Buku puisi tunggalnya berjudul ENIGMA. Ia sekarang berdomisili di Tambolaka-Sumba Barat Daya-NTT.

  1. I Made Suantha
    I Made Suantha, lahir di Sanur, Denpasar, Bali, 24 Juni 1967. Mulai menulis sejak tahun 1984.
    puisi-puisinya dimuat di BaliPost. Nusa Tenggara, Karya Bhakti, Suara Karya, Mutiara, Banjarmasin Post, Pelita, Berita Buana dll. Kumpulan puisi tunggal :
    PENIUP ANGIN, Pojok Sanur Interprize, 1989
    TOGOG YEH, kumpulan puisi Bali, Sanggar Buratwangi, 2002 PASTORAL KUPUKUPU, buku Arti, diterbitkan atas bantuan Widya Pataka, Prov Bali, Agustus 2008. Dan masuk 10 besar KLA ke-9 tahun 2009. LITURGI : PERJALANAN BUNGA ( Ibudah Benda Mati). Sebuah Manuskrip Puisi, 1993 (lihat Blog Penyair Bali) TAMAN SEPASANG KUPUKUPU, sebuah manuskrip Puisi, (dihibahkan ke Lumbung Puisi, sebagai Dokumentasi sastra). Serta beberapa Antologi Puisi Bersama:. PUISI INDONESIA,1987, Forum Puisi Indonesia 1987 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta 1987.
    HRAM, puisi bersama tiga Penyair Bali, I Ketut Suwidja, I Nyoman Wirata, Adhy Ryadi, 1988
    PERJALANAN, antologi bersama Sanggar Minum Kopi, 1990. SILAHTURAMI KUPUKUPU, kumpulan puisi bersama Sinduputra, 2005 142 Penyair Menuju Bulan, kelompok studi Sastra Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Desember 2006. BIBLIOGRAFI SASTRAWAN BALI, Dinas Kebudayaan Prov Bali,2009. PERCAKAPAN LINGUA FRANCA, antologi puisi Temu Sastrawan Indonesia III/2010. PROKLAMASI LINGKUNGAN, Hikayar Abad Tiba, Aksi Sastra Lingkungan, 2004 JEJAK TAK BERPASAR, komunitas Sastra Indonesia 2025 TONGGAK TEGAK TOLERANSI, Sastra Meretas Perbedaan, MPU X, Kupang NTT, Oktober 2015. TANCEP KAYON, antologi Puisi, Yayasan Lekssika, 2006Negeri Bahari, komunitas Negeri Poci, 2018 SENYUMAN LEMBAH IJRN (2018). Tifa Nusantara – 4. Saron (2018) Cincin Api , antologi puisi, Balai Bahasa Jawa Tengah, 2019. Tutur Batur , 2019. Bandara dan Laba-laba, 2019. Gambang Semarang, puisi Semarangan, 2020. Semesta Jiwa, puisi Rumah Semesta Bali, 2020. Corona, Penyair Indonesia Mencatat Peristiwa Negeri, 2020. Sampah, Lumbung Puisi, 2020.

62.Irawati
Irawati, SPd.MMPd., lahir di sebuah desa di Kabupaten Agam tepatnya di Koto Alam Kampung Tangah Kecamatan Palembayan pada tanggal 24 April 1977. Penulis yang merupakan ibu dari dua orang putri ini berprofesi sebagai kepala SDN 04 Sikabu Kecamatan Lubuk Basung. Penulis juga melahirkan karya beberapa buah buku antologi bersama rekan penulis se Indonesia, di antaranya ; Tafakur Kehidupan, Literasi Keluarga, Literasi sekolah, Mengapa Aku Menulis dan Gado-gado Literasi Ranah Minang, Aksara dalam Kata. Selain itu penulis juga menghasilkan karya berupa buku tunggal seperti; Romantika Kehidupan, Jingga diambang Senja, Kujemput Rembulan di Balik Awan, Jodoh pilihan Orang Tua dan Cinta Terpaut di Puncak Gaduang.

63.Irwansyah
Irwansyah terlahir di kota Tebing Tinggi (Sumatera Utara), 03 Juni 1973 diberi nama Irwansyah oleh orang tua. Menempuh jenjang pendidikan formal dari SD, SMP, SMA, Strata 1 dan Strata 2. Menetap di kabupaten Bogor.

64.Istikomah
Istikomah, alias Iesti KM, lahir dan besar di Tanjung Karang, Bandar Lampung, pada tanggal 24 april 1973; tinggal di Magelang. Menulis puisi sejak SMA,
Pernah menerbitkan antologi bersama penyair Lampung, Daun-Daun Jatuh Tunas-Tunas Tumbuh (1994), antologi bersama penyair Sumatera Jawa dan Bali, Dari Bumi Lada (1996), antologi bersama penyair Lampung Festival Januari (1997), Antologi bersama guru dari seluruh Indonesia Sebelum Hilang Waktu(2020), Antologi bersama guru dari seluruh Indonesia atas prakarsa Dermaga Seni Buleleng, pemerintah daerah provinsi Bali berjudul Suara Hati Guru di Masa Pandemi Covid-19 (2020).

65.Indri Yuswandari
Indri Yuswandari yang asli dari Blitar dan sekarang tinggal di Kendal Jawa Tengah ini sudah menulis dan membaca puisi sejak bangku SMP. Waktu SMP dan SMA puisi Indri sering dimuat di majalah dinding dan buletin sekolah, Indri juga pernah menjadi juara dua Lomba Cipta Puisi seJawa Timur di RRI Malang waktu kelas dua SMA.
Sempat vakum selama dua puluh empat tahun,akhirnya pada tahun 2015 Indri kembali memberanikan diri tampil berpuisi di depan publik. Kecintaannya pada puisi telah membawanya ke banyak daerah-daerah dan kota besar di Pulau Jawa juga Ubud Bali.
Tiga antologi puisi tunggal.yang telah ditulis berjudul :
Lukisan Perempuan (2017)
Ini Hampir Pukul Tiga (2018)mendapat juara 3 Lomba Buku Kreatif Dapur Sastra Jakarta
TekaTeki Catatan Kaki (2019)
Puisi-puisi Indri juga dimuat dalam enampuluh antologi puisi bersama penyair Nusantara dan dua antologi Melayu/Malaysia
Selain menulis dan membaca puisi, Indri juga menulis cerpen, esai, bermonolog, berteater juga ikut bermain dalam film pendek.

66.Isnaeni
Isnaini HS lahir di Pamekasan, pada tanggal 10 april 1978. Aktif mengajar sebagai guru Bahasa Indonesia di SMAN 1 Pademawu
Alamat : Utara Kantor POS Pademawu. Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura.
Sejumlah puisinya : Titipan Cinta, Sepasang Sandal Usang, dan Larung Rindu telah diterbitkan dalam antologi puisi Dahsyatnya Sayang Tiada Terbatas (Tahun 2020)

67.Is Mugiarti
Is Mugiyarti, Lahir dan besar Surakarta, tinggal sementara di Karanganyar, mengabdi di Sukoharjo, dan tertiup jodoh di Sragen. Putaran nasib hingga saat ini. Hidup memang hanya “sadermo mampir”. Mungkin esok ada yang mengajak hingga dientaskan dari Soloraya atau Pulau Jawa.

68.Indra Anwar
Indra Anwar, Lahir di Ujung Pandang, 9 April 1984, Pernah menjadi juara I penulisan Cerpen di Kab. Maros, menjadi juara II Lomba menulis puisi. Karyanya berupa puisi dan cerpen pernah dimuat diberbagai media cetak dan online, seperti Fajar, Radar Sulbar, Radar Surabaya, Radar Banyuwangi, Lampung pos, Go Cakrawalah, dll. Tergabung dalam beberapa Antologi Puisi seperti Antologi Puisi Titipan Langit, Antologi Puisi Mozaik Kalubampa, Antologi Puisi ‘API” namanya tercatat dalam buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia cetakan kedua tahun 20018. Puisi di Balik Cerita menjadi puisi perdana yang ditebitkan, begitu pula dengan Buku Baju Lebaran, buku kumpulan cerita pendek yang pertama diterbitkan. Saat ini dirinya berdomisili di Maros Sulawesi Selatan.

69.Iwan Bonick
Iwan Bonic, adalah penyair asal Bekasi, menulis di beberapa antologi Bersama nasional.Namanya tercatat di Lumbung Puisi dalam Antologi bersama nasional Sampah 2020, dll.

70.Jenika Widiya
Jenika Widiya, SPd., Pendidik dan Penulis. Lahir di Bekasi, 19 Januari 1996. Beralamat di Perumahan Griya Family 3 Blok C2 No 30 Desa Karang Anyar, Kec. Karang Bahagia, Kab. Bekasi, Jawa Barat, Kode Pos 17530. Saat ini, penulis tercatat sebagai Guru Bahasa Inggris di SMP. Penulis tergabung aktif dalam Komunitas Pendidik Penulis Bekasi Raya (KPPBR), Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS), Komunitas Yuk Menulis (KYM), Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPPJB), Lumbung Karya Sastra Nusantara (LKSN) dan Media Guru Indonesia.
Penulis sudah memiliki 30 buku antologi bersama. Saat ini juga sedang proses menulis untuk beberapa buku antologi dengan penulis lainnya.

71.Julianti Julianti
Julianti, lahir di Cianjur 17 April 1980, merampungkan studi sebagai Sarjana Akuntansi, pecinta aneka karya sastra, peduli terhadap tumbuh kembangnya karya seni budaya nasional maupun dunia. Aktif di dunia seni peran, mendukung program televisi, iklan, dan film, diantaranya: FTV Titik Keajaiban Trans7, Laptop Si Unyil, iklan susu, iklan obat, audio video Renungan Zaman, menulis cerpen, puisi, essay, menjadi penyunting buku Renungan Zaman 1,2,3,4,5, 6 karya Buanergis Muryono, co-writer buku ‘The Constant Happiness’, salah satu dari 250 penyair Indonesia dalam buku Antologi MEMO ANTI TERORISME, buku Antologi Memo Anti Kekerasan Terhadap Anak, penulis buku antologi PUISI IBU, Reporter di wormtraders.com dan terus berkarya mengikuti panggilan jiwa.

72.Kasdi Kelanis.

K.Kasdi W.A. :, Aku berkenalan dengan puisi lewat lomba baca puisi lalu tulis puisi. Pertama membaca puisi di depan juri serta umum tahun 1977, lomba
baca puisi tingkat SMA/SMK tingkat DKI Jakarta. Aku hanya juara 3 dan aku makin senang dengan puisi. Dan lomba baca puisi, terakhir tahun 1984, salah satu jurinya Arswendo Atmowiloto (almarhum)
dan menyabet juara 1 sejabotabek. Mengikuti
lomba tulis puisi dalam rangka Hari Pahlawan,
hanya Harapan 1, jurinya Sutardji Calzum Bachri dan Sapardi Djoko Damono (almarhum). Aktif mengikuti kegiatan Bengkel Belia Radio ARH, di sini ada Bustami Ayus. Di bengkel ini latihan teater, diskusi, juga ada kursus wartawan. Lalu belajar menulis puisi, esai, pembasan terhadap antologi puisi, novel, naskah drama. Puisi disiarkan di radio ARH (di kompleks Taman Ismail Marzuki -TIM), Kaki Langit yang
diasuh Arthur John Horoni. Dan tulisan pertama yang dimuat di Koran TERBIT dan hari
yang sama, Sabtu, 15 Januari 1980. Semangat
menulismu terpacu. Lalu setia mengirimkan
tulisanku ke TERBIT dan tahun 1980 ini juga
aku diterima kuliah di IKIP Jakarta, jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, lulusan SMEA
Negeri 6 dengan guru bahasa Dra Nurana, pembimbingku lomba baca puisi yang pertama.
Dari 1980 sampai dengan 1986 aku setia menulis di Lingkar Budaya harian TERBIT, sesekali di Berita Buana dan Suara Karya.

73.Khalidah Ali Z
Khalidah Ali Z yang lahir di Martapura Kalsel Tahun 1972 silam seorang Ibu Rumah Tangga dengan bersuami bernama Rahimi Ruzhan dengan memiliki 5
( lima ) orang anak. Aktivitas menulisnya dimulai sejak bergabung di FB tahun 2013 dan bergabung dari Group ke Group dengan menjadi Pembelajar dari mengamati tulisan demi tulisan anggota Group.

74.Khalid Alrasyid
Khalid Ibrahim Alrasyid, Lahir di Pamekasan, saat ini tinggal di Desa Mojorejo, Kemlagi-Mojokerto.Karya solo, Segugus sajak : Suara-Suara Gagak. Antologi putiba Obituari Untuk Sapardi : Takziah Bulan Tujuh. Rangkaian sajak pilihan : Meneroka Jiwa-jiwa Puisi. Antologi Putiba : Wajah Semusim. Kumpulan puisi : Delapan Penjuru Mata Angin. Dan beberapa Antologi yang lain. Saat ini aktif di Komunitas Teras Putiba Indonesia dan Komunitas Desa Tatika Indonesia

75.Khoirul Mujib
Khoirul Mujib, lahir dan tinggal di Mojokerto. Bekerja di SDN Kumitir 1 Kec. Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Buku kumpulan puisinya yang sudah terbit : Lalu Lintas Kata Menyapa (2019), Antologi Kata Hati (2019), Merawat Dinding Hati (2020), dan juga ikut serta dalam beberapa antologi puisi bersama.

76.Krislam Yusuf
Yusuf, seorang tamatan SLTA sederajat. Anak tunggal kelahiran kota Reog 29 tahun lalu, yang mengidolakan penyanyi Ebiet G. A. D. Terinspirasi lagu kenangan nan melegendaris, yang bermula tercipta dari syair-syair puisi. Membuat ia turut gandrung sejak kelas 4 SD dengan dunia menulis (khususnya juga puisi). Pernah terbitkan dua antologi bersama dengan judul buku Dim Perjuangan dan Sastra Hijau.

77.Lebe Penyair
Agus Tarjono, Lahir di Brebes, 17 Agustus 1968. Pentasbihan berpuisi oleh WS. Rendra, Acep Zamzam Noor dan Sosiawan Leak, secara kronologis bulan Juni 2005 hingga bulan Maret 2008.
Prestasi intelektualitas di tempuh pada Fakultas Hukum di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon. Prasasti kepenyairannya termaktub dalam antologi ; Temu Penyair Antar Kota Pendhopo 5 TBJT Solo (2008) Dorum Keluarga SJK Sajak-sajak Religi (2009), Antologi Sajak Penyair ASEAN 3 Tahun 2020 (DEMA IAIN Purwokerto, 2020) dan Antologi Puisi Sampah Puisi Penyair Indonesia (Media Pustaka 2020). Kini tengajh meretas Forum Aksi Penyair Indonesia (FAPI).

78.Lis Erviana
Lis Erviana RamlanLis Erviana Ramlan. Lahir pada 27 September 1974 di Banda Aceh, Aceh. Puteri dari pasangan Sofyan Ramlan Hasibuan dan Marlina Mukhtaruddin.
Penulis berdomisili di Deli Tua, Sumatera Utara. Menulis sejak SMP dan SMA, tulisannya sering dimuat di mading sekolah. Sering mengikuti acara-acara seminar sosial di berbagai komunitas dalam wilayah Sumatera Utara.
Penulis sempat vakum menulis, namun semenjak bergabung dan belajar dalam beberapa majlis atau komunitas tasawwuf di bawah bimbingan para guru dan dari buku-buku mengenai dunia sufisme, penulis mulai menyadari betapa pentingnya peran sastra dalam kehidupan. Tasawwuf telah mengembalikan jiwa penulis dalam sastra.

79.M Tauhed Supratman
M. Tauhed Supratman lahir di Pamekasan, 27 Nopember l970. Menyelesaikan pendidikan SD (1984) dan SMP Negeri 1 (1987) di Pademawu, kemudian melanjutkan ke Sekolah Pendidikan Guru Negeri (1990) di Pamekasan, Madura. Tahun 1997 melanjutkan kuliah di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Madura. Alumnus Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Univesitas Madura, Pamekasan (2001). Sejak SPG kelas II, Tauhed, aktif menulis di media massa, baik lokan maupun nasional, menulis puisi, menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Madura. Karya-karyanya berupa sajak, cerpen, dan esai sastra dipublikasikan di: Jawa Pos, Karya Darma, Mimbar Pembangunan Agama, Mingguan Guru, Aula, Radar Madura, Surya, Surabaya Post, Kidung, Bende (Surabaya), Simponi, Inti Jaya, Kompas (Jakarta), Suara Muhammadiyah (Yogjakarta), Sahabat Pena (Bandung), dan sebagainya. Sajaknya “Nyanyian dari Kampus” terpilih dan dibacakan di Radio Nederland, di Helvirsum, Belanda dalam rangka HUT ke-53 Republik Indonesia.
Mengikuti banyak antologi Bersama regional dan nasional seperti “Puisi Rakyat Merdeka” (Grasindo dan Ranesi, 2003), “Duka Aceh Duka Bersama” (Logung Pustaka dan Dewan Kesenian Jawa Timur, Februari 2005), “Dari Are’ Lancor Ke Hati Rencong” (Pustaka Indecs, Pamekasan, Maret 2005), “Malsasa 2005”. (Surabaya: Alfa Media dan Forum Sastra Bersama, Desember 2005), “ Nemor Kara” (Antologi Puisi Modern Berbahasa Madura, Departemen Pendidikan Nasional, Balai Bahasa Surabaya: Oktober 2006), “Pamekasan di Mata Penyair”(Dewan Kesenian Pamekasan, Pamekasan: Januari 2007), “Surabaya 714” (Surabaya: Forum Sastra Bersama Surabaya dan Taman Budaya Jawa Timur, Juli 2007), “Wanita Yang Membawa Kupu-Kupu” (Komite Sastra Dewan Kesenian Sumenep dan Sanggar Lentera STKIP Sumenep, 2009), Malsabaru (Malam Sastra bagi Guru), Surabaya: Forum Sastra Bersama Surabaya dan UPT Dikbangkes dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Mei 2011, Malsasa X Retrospeksi Malsasa Surabaya 722. Sidoarjo: SatuKata Book@rt Publising, Yogya dalam Nafasku. (Yogyakarta: Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016), dll. Sedangkan antologi sajak tunggalnya adalah: RAPSODI MAWAR DAN GERIMIS (Pene
mengikuti Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia II dan III (Munsi II & III) yang diselenggarakan oleh Pusat Pembinaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Tanggal 28 s.d. 31 Oktober Tauhed mengikuti Kongres Bahasa Indonesia XI di Hotel Gran Sahid Jaya Jakarta. Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian di Lembaga Kajian Madura di Universitas Madura Pamekasan 2017-2022. April 2019 menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur dalam kegiatan Jatim Harmoni.

80.M. Johansyah
M. Johansyah berdomisili di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu – Kalimantan Selatan. Aktif menulis sejak SMP hingga sekarang. Turut membidani lahirnya Komunitas Sastra, yakni Bagang Sastra Tanah Bumbu sebagai ketua pada periode 2016 s/d 2018. Komunitas yang mewadahi penulis puisi, cerpen, novel, esai dan theater se Kabupaten Tanah Bumbu. Keberadaannya mampu mendongkrak dunia literasi dan karya sastra, sebagai berikut :; 1. Antologi Puisi Penyair Tanah Bumbu Tragedi Buah Manggis (2011); 2. Antologi Puisi Penyair Tanah Bumbu Bentara Bagang (2012);3. Antologi Puisi Penyair Tanah Bumbu Silhuet (2013); 4. Antologi Puisi Penyair Tanah Bumbu Mengurai Ombak Mengapai Riak (2016); 5. Kumpulan Cerpen Penulis Tanah Bumbu Coklat Mappanretasi (2016); 6. Antologi Puisi Penyair Tanah Bumbu Percakapan Laut Di Sungai Kusan (2016); 7. Antologi Puisi Bersama Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) sejak thn. 2011 s/d 2020

  1. Antologi Puisi Penyair Kalimantan Selatan Hutan Hujan Trofis (2016); 9. Antologi Puisi Nasional Banjarbaru Rainy Day Literary Festival (2018)
  2. Antologi Puisi Nasional Banjarbaru Rainy Day Literary Festival (2019); 11. Antologi Puisi Penyair Kalimantan Selatan Sepanjang Siring Laut (2018)12. Antologi Tadarus Puisi Banjarbaru se Kalimantan Selatan (2018 & 2019); 13. Antologi Puisi Meratus Nyanyian Rindu Anak Banua kerjasama Prodi Pendidikan IPS ULM Banjarmasin (2020)
  3. Antologi Bersama Penyair Indonesia Mencatat CORONA (2020); 15. Antologi Bersama Penyair Nasional Sayur Mayur (2020); 16. Antologi Puisi Kuliner Nasional Gabin Barandam (2020)

81.Marshelina
Marshelina, nama asli Mursinah Rahma Lina
Kelahiran Sampit, 23 Desember 1987
Suku Banjar. Ayah: M.Syarkawi (alm) Ibu: Basriah (almh) Anak ke-4 dari 4 bersaudara
Walau terlahir autis namun mampu bersekolah di TK Al Qur’an Aulia Sampit (tahun 1999)
SD Islam Datuttaslim Sampit (tahun 2000)
SLTP Negri 4 Sampit (tahun 2001). SLTP Negri 10 Samarinda (tahun 2003). SMK Kesatuan 2 Samarinda (tahun 2006). Sukses panitia lomba lintas alam sekota Samarinda tingkat remaja di bawah naungan PMR SMK Kesatuan Samarinda (tahun 2003 dan 2004)
Pernah belajar menulis Syair lagu di Suhada Record (tahun 2011). Suka menulis dan mendengar musik sejak SD. pernah belajar puisi di KPO di bawah naungan WR.Academy ( juli 2020). Saat ini sedang belajar puisi di Asqa Imagination School sejak juli 2020 . Saat ini bergiat di Communitas Pena Terbang.

82.Marthen Luther Reasoa
Marthen Luther Reasoa , Karya-karya pernah dimuat di koran Harian Mimbar Rakyat, dimusikalisasikan dan dicakan, juga dimuat di beberapa antologi puisi, seperti Antologi Puisi Biarkan Katong Bakalae (2013), Antologi Puisi Rasa Sejati (2017), Antologi Puisi Kita Dijajah Lagi (2017), Antologi Puisi A Skyful Of Rain (2018), Antologi Puisi Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival (2019), Antologi Puisi bersama Sapardi Djoko Damono dan Para Penulis Terpilih Indonesia – Menenun Rinai Hujan (2019). Tinggal di Kota Ambon , Maluku.

  1. Meri Anggraini Abdul Manan,
    Meri Anggraini Abdul Manan. Lahir pada 5 Desember 1982 di Sumatera Barat. Anak kedua dalam keluarga, ayah berdarah Sunda dan ibu berdarah Minangkabau. Menyelesaikan pendidikan terakhirnya di Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat. Penulis mengabdi dalam dunia pendidikan sebagai guru yang berstatus PNS.
  2. Moh Shadam Taqiyyuddin Azka
    Moh Shadam Taqiyyuddin Azka, merupakan pemuda kelahiran Pati yang saat ini mengeyam pendidikan di UIN Sunan Kalijaga jurusan manajemen keuangan syariah. Ia beranggapan bahwa menulis merupakan media mengungkapkan isi hatinya. Hingga saat ini, ia bergabung dengan beberapa komunitas literasi dan sastra, yaitu Fasbuk (Kudus), Jagong Sastra (Kudus), dan IPNU Literasi (Pati). Beberapa karyanya bahkan berhasil menyabet juara dalam lomba penulisan puisi dan cerpen. Karya tersebut yaitu Puisi berjudul Keringat Juang (Juara II lomba Menulis Puisi IPNU-IPPNU tahun 2019) dan Cerpen berjudul Namanya Juga Cinta (Juara II Menulis Cerpen IPNU-IPPNU tahun 2019). Adapun karya puisi dan esainya yang masuk dalam antologi, yaitu puisi berjudul “Tanda Kehadiran” (Antologi PROGO 6), “Arloji” (Antologi Poetry Publisher), “Nafsuku dan KuasaMu” (Majalah OASIS), Antologi Sampah, Antologi Tadarus Puisi Ramadhan, dan esai berjudul “Pergeseran Makna Tradisi Buwuhan” (Antologi Sayembara Esai Remaja BBJT 2019).

85.Mohammad Saroni
Mohammad Saroni, lahir di Mojokerto, Jawa Timur pada tahun 1965. .Alumni IKIP Surabaya Jurusan Teknik Mesin Produksi, aktif menulis buku pengetahuan pendidikan. Waktu kuliah aktif dalam kegiatan Teater Institut (TI) kampus IKIP Ketintang Surabaya. Pendidikan Dasar dan Menengah dijalani di SD Gembongan, SMPN 2 Kota Mojokerto, dan SMA Bhakti Terusan Gedeg Mojokerto. Saat ini mengabdikan diri sebagai Pendidik di SMK Swasta Brawijaya di Kota Mojokerto. Rekaman karya Mbelingnya Aku (Buku Puisi Tunggal), Prahara di Negeri Dongeng (Buku Puisi Tunggal), Malam Hening Malam Bening (Buku Puisi Tunggal), Peneroka (Antologi Puisi), Tentang Sebuh Buku dan Rahasia Ilmu (Antologi Puisi), A Skyful of Rain ( Banjarbaru’s Rainy Day 2018), When The Days were Raining (Banjarbaru’s Rainy Day), Antara Bintang dan Bulan, Berbisik pada Dunia.

86.Muhammad Abdul latif
Muh Abdul Latif, lahir di Kendal, Jawa Tengah 29 Mei 1975 menghabiskan masa kecilnya di daerah Gringsing, dan masa remajanya di Pesantren Mamba’ul Maarif Denanyar, melanjutkan pendidikan di Unissula, lalu di STIK (Sekolah Tinggi Islam Kendal), kini jadi guru SMP NU 10 Ringinarum dan tinggal di Desa Ringinarum Kendal Jawa Tengah, karya-karyanya antara lain, Kamus Cinta Insan Biasa (2013), Aura Wahyu (2013), Medium (2013), Hening Merenung (2020), Energi Kosa Kata (2020), Mencari Arah Berikutnya (2020) tapi dari puisi-puisi tersebut baru karya belaka belum ada yang masuk ke penerbitanahir di Kendal, Jawa Tengah 29 Mei 1975 menghabiskan masa kecilnya di daerah Gringsing, dan masa remajanya di Pesantren Mamba’ul Maarif Denanyar, melanjutkan pendidikan di Unissula, lalu di STIK (Sekolah Tinggi Islam Kendal), kini jadi guru SMP NU 10 Ringinarum dan tinggal di Desa Ringinarum Kendal Jawa Tengah, karya-karyanya antara lain, Kamus Cinta Insan Biasa (2013), Aura Wahyu (2013), Medium (2013), Hening Merenung (2020), Energi Kosa Kata (2020), Mencari Arah Berikutnya (2020) tapi dari puisi-puisi tersebut baru karya belaka belum ada yang masuk ke penerbitan

87.Muhammad Lefand
Muhammad Lefand lahir dari pasangan suami istri Padatun-Munipa di Sumenep Madura pada tanggal 22 Februari 1989 dengan nama Muhammad. Mengenyam pendidikan dasar di SDN Serabarat I, pendidikan menengah di MTs danMA An-Nawari Seratengah Bluto Sumenep, dan pendidikan tinggi di Universitas Islam Jember. Salah satu pendiri dan pegiat Forum Sastra Pendhalungan Jember, pendiri dan pegiat Forum
Sastra Jember, pegiat Forum Sastra Timur Jawa dan Malam Puisi Jember. Sering mengikuti
pertemuan sastra baik tingkat nasional maupun Internasional. Antologi puisi tunggalnya “Satu Kaca Dua Musim”(Pena House: 2014). “Jangan Panggil
Aku Penyair” (Ganding Pustaka: 2015) Revolusi Mental dan Estetika (CV Erzatama: 2015).
“Khotbah Reungan Tak Utuh Jarak dan Jagung” (Pena House: 2016). Kronologi Imaji
(FAM Publishing: 2017). Sakmasek: dari Madura dari Indonesia persembahan untuk Dunia (Sukarno press: 2018). Penyair dan Orang-orang Kecil (FAM Publishing: 2019)

88.Muhammad Malindo
Muhammad Malindo, tinggal di Dusun Mekko, Nusa Tenggara Timur. Lahir di Lahdato, 16 Februari 1996. Asli orang Indonesia. Aktif di organisasi BM3 (Bangkit Muda Mudi Mekko) yang berkaitan dengan penanganan objek wisata di Dusun Mekko, Desa Pledo,
Kecamataman Witihama, NTT.

89.Muhammad Jayadi
Muhammad Jayadi lahir di Balangan pada 19 Juli 1986. Menyukai puisi sejak SMP. Beberapa kali mengikuti lomba baca puisi dan pernah mendapat juara kedua pada lomba baca puisi tingkat SMA di kota Samarinda. Antologi bersama yang pernah diikuti Antologi Surak Sumampai Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra XVI Banjarbaru 2019, Antologi Puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan XVI Tanah Bumbu 2019, Antologi Corona Lumbung Puisi 2020, Antologi Puisi Tadarus Ramadhan 1440 H Berbagi Kebahagiaan Lumbung Puisi 2019, Antologi Internasional Perjalanan Merdeka Lumbung Puisi 2020 dan beberapa Antologi bersama lainnya. Bertempat tinggal di Halong dekat Ponpes Nurul Muhibbin kec.Halong kab. Balangan Kalimantan Selatan.

90.Mani Selesue
Mani Selesue lahir di Sahulau, 22 April 1995
Menulis dari Tahun 2018 dan mulai memposting tulisan pada blog pribadi

  1. Diskriminasi Gender dalam Olahraga2. Semangat Nasionalisme dalam ruang lingkup olahraga
  2. Olahraga sebagai sarana untuk menurunkan angka kekerasan dan pelecehan seksual bagi perempuan dan anak.Tahun 2020 tergabung dalam komunitas Paparisa Sastra Nusa Ina serta mengeluarkan Antologi bersama :
  3. Pejuang di garis Akhir (melawan corona virus)
  4. Auwe Bei Obore Pattimura (Api Obor Pattimura) bersama 14 penyair Nusa Ina
    Diluar Komunitas ada beberapa kegiatan pembuatan Antologi puisi bersama yang di ikut yaitu:
  5. Antologi Puisi untuk Glend Fredly di selenggarakan oleh Bengkel Sastra Maluku2. Antologi puisi sampah di selenggarakan oleh Lumbung Puisi Sastrawan VII 2019. Sehari-hari sebagai guru. Tinggal di Sahulau , Teluk Elpaputih Maluku Tengah.

91.Marlin Dinamikanto
Marlin Dinamikanto, penyair dan seniman panggung. Menulis di banyak antologi Bersama nasional. Namanya tercatat di Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia, tinggal di Jakarta.

92.Moehammad Abdoe
Moehammad Abdoe, anggota komunitas Dari Negeri Poci. Pelopor komunitas Pemuda Desa Merdeka (PDM 2015) dengan gerakan yang mengangkat tema sosial dan seni musik jalanan. Karyanya berupa puisi dan cerpen telah diterbitkan di berbagai media massa, dan diabadikan dalam berbagai buku antologi. Saat ini, ia tinggal di sebuah desa kecil di bawah lereng bukit kapur (Malang).

93.Mohammad Saroni
Mohammad Saroni, penulis kelahiran dan bertempat tinggal di Mojokerto. Penulis berprofesi sebagai guru di SMK Brawijaya Mojokerto. Kegiatan menulis nonfiksi dan fiksi. Karya nonfiksi diterbitkan penerbit Jogjakarta, sedangkan nonfiksi diterbitkan secara solo maupun antologi.

94.Muhammad Syaeful Anam
Muhammad Syaeful Anam, puisinya termuat di beberapa antologi nasional dan regional. Penyair ini tingga;l di Ciamis, Jawa Barat.

95.Mimi Marvill
Mimi Marvill, perempuan kelahiran Temanggung, 10 Desember.
Baginya, menulis adalah sebuah sarana untuk mengekpresikan pikiran dan perasaan.
Tulisannya tersebar di Facebook, Youtube, beberapa di Instagram dan di sembilan antologi bersama. Tiga di antaranya yang terbit di tahun 2020 adalah BERBISIK PADA DUNIA, SAMPAH dan JAZIRAH LIMA. Pernah menulis antologi tunggal dengan menggunakan nama lain.

96.Mustiar Ar
Mustiar Ar, penyair kelahiran Meulaboh 15 April 1967 ini.menamatkan pendidikan di madrasah Aliyah negeri 1 meulaboh.karya pertama termuat pada media skm taruna baru, medan.sumatra Utara tahun 1987, dengan judul ‘ kutambat kapal di dermagamu’.dan berturut pula karya puisi di bersebagai media cetak atau online, seperti SKM Atjeh post,majalah kiprah, buletin Lintas Gayo,majalah santunan Kandepag wilayah Aceh dan juga pada harian Atjeh post _ serambi Indonesia.selain itu karya puisi ada di antologi bersama sastrawan nasional dan daerah’antologi puisi Seulawah,sekilas pintas dan sastra Aceh,buku puisi nuansa pantai barat aceh,Putro Phang,ziarah ombak,eklopedi Aceh adat hikayat 2008.Antologi Sastra Bulir Mutiara Pantai Barat,edisi DKAB Juni 2014.
Antologi Deru Pesisir Pantai Barat edisi disbudparpora Aceh Barat 2015.Ensiklopedi Penulis ( FAM ) Indonesia publishing April 2015, Jawa timur.Ensiklopesigila Koruptor,Puisi Menolak Korupsi, edisi forum Surakarta, Jawa timur Mei 2015.Memo untuk Wakil Rakyat edisi Forum Surakarta November 2015.Mrmo Anti Teroris, edisi Surakarta Maret 2016.Antologi Puisi Ibu dalam Balutan Rindu,FAM publishing Maret 2016.Antologi puisi Suara Langit, Kumpulan puisi amuk 2018 terbitan ajrie publisher. puisi edisi disbudparpora Aceh barat tahun 2017 , antologi puisi Pasie karam,Temu Penyair Nusantara pada Pekan Kebudayaan Aceh Barat 2016. Dan antologi Untaian Sastra Bumi Teuku Umar edisi disbudparpora kab Aceh Barat.11 tahun rehab dan rekon 2004_2015 Gempa dan Ie Beuna,Aceh Barat

97.Masyono Bunergis Muryono Buanergis Muryono. Lahir di Gunung Muria Jepara 11101966. Hidup sebagai seniman. Terus berkarya sepanjang zaman. Menulis adalah jalan hidupnya hingga melahirkan aneka tulisan untuk koran, majalah, radio, tv, film, animasi. Mendirikan Sanggar Mariska bersama Cindy Shirley . Mendirikan TITIAN MOKSA ASHRAM CHARACTER BUILDING EDUCATION BALI bersama Jro Kandel , Gede Budiasa Guru Besar Javanologi , Konsultan Art and CultureUniverse Healing at Kutabanding Beach Bali Tinggal di Jakarta – Bogor Bali
98.Muhammad LutfiMuhammad Lutfi adalah seorang sastrawan yang lahir di Pati, pada tanggal 15 Oktober 1997.Tinggal di Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
99.Nabilah Nur Nasyirah Ilza
Nabilah Nur Nasyirah Ilza, lahir di Tanjung Redeb pada tanggal 9 September 2005, menyukai menulis mulai dari cerpen, cerbung dan puisi. Saat ini menempuh Pendidikan di SMA negeri 1 Tanjung Redeb. Sangat mencintai kampung kelahiran ayahnya yaitu Pulau Derawan. Setiap waktu libur selalu dimanfaatkannya untuk mengunjungi kakeknya yang tinggal di Pulau Derawan. Hobby menulis cerpen dan puisi dan menyalurkannya dalam Instagram pribadi. Membuat Puisi ‘Sumpah Pemuda” dalam bentuk video yang diposting di ruang guru dan agenda pelatihan bengkel sastra untuk siswa pada Oktober 2020.

100.Naning Scheid
Naning Scheid, lahir di Semarang, 5 Juni 1980. Penulis dan Pemain Teater. Tinggal di Belgia sejak 2006. Website: scheid.be Karyanya dimuat di media cetak daerah dan nasional, media daring Indonesia dan Eropa. Bukunya: Melankolia – Puisi dalam Lima Bahasa, dan Novel Miss Gawky (Pustaka Jaya, 2020) Antologi Bersama: Persaudaraan Wanita Dunia (D3M Kail, 2018), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival (Banjarbaru, 2019), Independent Journey – Antologi Puisi Dua Bahasa (Media Pustaka, 2019),Wong Kenthir, Sampah (Media Pustaka, 2020), Lima Masa Lima Makna (Ellunar, 2020), Perempuan Bahari II, DNP X – Rantau, Alumni MUNSI Menulis (KKK, 2020), dan lainnya.)

101.Nia Rohania
Nia Rohania, Pekerjaan : Guru ,Advokat, Ketua Yayasan Rohania dan Ketua YBH Srikandi Nayantatara. Antologi Puisi Guru Se Asean ( penghargaan MURI 2019), Antologi Puisi Kebangsaan 2019( Perruas) , Antologi puisi Jazirah 2 ( Festival Puisi International Bintan 2019), AntoIogi puisi Cinta Peneroka 2019 (Perruas), Antologi Puisi Rindu 2019 ( Ikut lomba) , Antologi puisi memories in silence 2020 (Mecca Publishing) , Antologi puisi international dua bahasa: Love In Spring (2020), The cyclone will end” (2020), Love in summer ( 2020), Setelah Soepardi pergi 2020, Antologi pantun nasehat guru Se-Asean 2020 ( Perruas), Antologi Puisi Dua Larik “ Kata Kita”( komunitas Puisi Dua Baris 2020) . Antologi puisi sendiri “ Jiwa Yang Mengangkasa” 2020, Antologi Puisi Setelah Soepardi pergi 2020, penulis puisi Poet for elimination of women’s violence ( mendapat piagam kehormatan), penulis puisi Poet for Palestine 2020.
Pembicara Tamu di acara Panel Diskusi PATHBREAKER 3-7 Agustus 2019 di Museum Salarjung Hyderabad India, yang diselenggarakan oleh women moslem’s forum India dan COPA ( Confederation of Voluntary Association ) di India. Pembaca Puisi online Dunia Covid -19, Pembaca Puisi online Hari Guru Asean.
102.Nok Ir
Nok Ir, nama pena yang digunakan Hj. Khoiroh, S.d. SD pada seluruh karya-karyanya puisi maupun cerpennya. Telah menyukai tulis menulis sejak belia di bangku sekolah tahun delapan puluhan. Lahir di Demak, 28 Januari, kini tinggal di Sumenep, aktivis komunitas Kata Bintang ini mengabdi sebagai pendidik. Antologi Puisi Tunggalnya Jie, lahir di awal tahun 2020 ini. Karyanya telah terhimpun pada puluhan Antologi Puisi maupun Antologi Cerpen Bersama dengan kawan penulis serta penyair di dalam dan luar negeri. Antologi Bersama Lumbung Puisi antara lain: Tadarus Puisi, Ramadan Kareem, Sampah, Perjalanan Merdeka dan lainnya. Aktivis Komunitas Menulis Kata Bintang ini karyanya juga turut menyemarakkan Antologi Banjarbaru’s Rainy Day Festival Literacy, Zamrud Khatulistiwa, , Kepada Pedang Dan Nyala Api, Kitab Pentigraf 2,3 dan 4, Pentigraf Corona, Antologi Haiku Pandemi Corona, Antologi Puisi Kutulis Untukmu, Antologi Berbisik Pada Dunia, Kumpulan Pantun Nasihat – Gerakan 10.000 Guru Asean Menulis Pantun, Antologi Perempuan Istimewa, Antologi Puisi Mata Air Hujan di Bulan Purnama–Tembi Rumah Budaya, Banjarbaru’s Rainy Day Feslits 2020 Jazirah Lima, Ibuku Surgaku, Gabin Barandam, Alumni Munsi, Pandemi Puisi, Corona Gone By Poetry, Perempuan Bahari dan sebagainya.

  1. Nurhayati
    Nurhayati, lahir dan besar di kota dingin Wonosobo, pada hari ke 22 di bulan Oktober pada tahun 1971. Tinggal di Bekasi. Ibu rumah tangga biasa penikmat sastra , Latar belakang pendidikan Keuangan Dan Perbankkan, namun lebih piawi menakar neraca hati dari pada menyesuaikan jurnal keuangan. Saat kuliah di STIKUBANK SEMARANG tergabung dalam Teater ANGKA. Karya yang diterbitkan dalam antologi bersama : Antologi bersama puisi Sapardi Dalam Kenangan bersama LKSN DAN KSN (2020), Istana Puisi dalam buku Pelangi Cinta (2020), Antologi bersama puisi Sajak Cinta Untuk Airmata Surga, bersama LKSN, Antologi bersama Puisi Dan Cerpen Wajah-Wajah Asing, bersama KSN DAN FLP Blitar, serta tergabung dalam penulisan beberapa antologi bersama puisi juga

104.Nur Khofifah
Nur Khofifah, S.Pd dengan nama pena Viefa lahir di Banyuwangi pada 10 Desember 1975. Aktif dalam kegiatan literasi. Penulis artikel dan puisi, naskah drama sekaligus menyutradarai. Memenangkan juara lomba menulis berita pada HAB Kemenag ke 74 di Banyuwangi. Mendirikan sanggar teater Kembang Lalang MIN 3 Banyuwangi tempat pengabdiannya sebagai guru. Nur Khofifah juga Pelatih yang produktif melahirkan juara untuk lomba cipta dan baca puisi, mendongeng, dan pidato di tingkat provinsi. Bentuk kepeduliannya terhadap pelestarian seni adat tradisi, Nur khofifah mendirikan sanggar seni tabuhan wadon Sekar Pembayun untuk meningkatkat potensi kaum perempuan dan tercatat sebagai satu-satunya sanggar seni tabuhan wadon di Banyuwangi. Buku pertamanya Kumpulan Puisi berjudul Asmara Mantra disusul buku kumpulan cerpen Sang Penari dan beberapa buku antologi lainnya, diantaranya Pancasila Sakti, Bangga Menjadi Guru, Antologi Pentigraf, New Antologi WFH, dll.

105.Odi Shalahuddin
Odi Shalahuddin, belajar menulis puisi sejak kelas 4 SD, tapi hingga saat ini belum pernah merasa yakin bisa membuat puisi. Puisi yang pernah dimuat di media, tahun 1985, saat kelas 2 SMP di Majalah Taman Siswa. Selebihnya di bulletin atau majalah untuk kalangan terbatas. Tahun 2010-an hanya posting di medsos dan media online. Setiap diajak terlibat dalam penerbitan kumpulan puisi Bersama selalu menghindar lantaran “minder”. Baru di tahun 2020, memberanikan diri mengikuti seleksi untuk antologi “Gambang Semarang”. Dilanjutkan mengikuti seleksi “Antologi Puisi Dari Negeri Poci 10: Rantau”, tapi gagal. Atas ajakan Nani Tanjung, terlibat dalam “Kumpulan Puisi Baca Merah Putih #3”. Sepuluh tahun terakhir berupaya menghimpun tulisan ataupun pemberitaan di media mengenai seni-budaya periode 1950-1980-an. Tinggal di Sleman.

106.Oka Miharza
Oka Miharzha S , adalah Nama Pena Penyair Drs.H.Abdul Karim, MM Lahir pada tanggal 6 Desember 1961 di Lereng Meratus Birayang Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah KalSel, ia asli putera Suku Dayak Meratus. Mulai belajar menulis puisi sejak tahun 1975 antara lain di SKH Banjarmasin.Post SKH Dinamika Berita, Radar Banjarmasin, Media Masyarakat , Media Kalimantan, Tabloid Wanyi, Mata Banua ( Terbitan Banjarmasin) Kaltim Post ( Balikpapan/ Samarinda) Kedaulatan Rakyat ( Yogyakarta ) SKH Merdeka. SKM Swadesi, SKM Simponi, SKM Terbit, SKM Sinar Pagi Minggu,SKM Berita Minggu Film dan Suara Karya ( Jakarta) Tabloid Bersujud ( Terbitan Pemkab Tanah Bumbu), Pelaihari Post dan via medsos Fb Damang Tanbu. Memasuki FKIP ULM Banjarmasin S2 Manajemen Sumber Daya Manusia STIEPANCA SETIA Banjarmasin. Buku kumpulan puisinya Hampa ( 1990) dan Sungai Kenangan ( 2010) Mengikuti lebh dari 40 antologi bersama yang diselenggarakan berbagai komunitas baik regional maupun nasional eperti :Antologi Dahaga Banjarmasin Post 1981 dan 1982, Antologi Puisi Banjarmasin ( 1990 )Tamu Malam ( Himsi/ Taman Budaya Kalsel ,1992)Antologi Puisi Festival Poesi Sekalimantan( HIPSI KalSel & Banjarmasin.Post ,1992) Bertahan Di Bukit Akhir( Penyair Hulu Sungai Tengah 2008) Sungai Kenangan ( ASKSIX Banjarmasin, 2012)Tadarus Remvulan ( ASKS X Banjarbaru ,2013) Siluet Rumah Laut ( Antologi Puisi Penyair Tanah Bumbu ,2014) Elegi RinduSenja Di Rumah-Rumah Bagang ( Antologi Puisi Penyair Tanah Bumbu, 2015)
Bendera Sepenuh Tiang ( Antologi Puisi Kebangsaan/ Perkumpulan Rumah Seni Asnur 2019 ) Semerbak Hutan Seharum Ombak ( Antologi Puisi ASKS XVI Tanah Bumbu ,2019) Dundang Parisj Van Borneo( Bunga Rampai Puisi Karya Penyair Hulu Sungai Tengah 2020) Sayur Mayur ( Kindai Sastra Banjarbaru 2020) Meratus-Nyanyian Rindu Anak Banua( Kandaka Public Intiative Serang 2020) Ramadan Kareem ( Tadarus Puisi IV Lumbung Puisi Sastarawan Indonesia 2020

107.Osratus
Osratus adalah nama pena dari Sutarso nama sebenarnya. Lahir di Purbalingga (Jawa Tengah),
08 Maret 1965. Aktif menulis puisi sejak tahun 1981 hingga sekarang. Sekarang, tinggal di Sorong (Papua Barat).

108.Pensil Kajoe
Pensil Kajoe, lahir di Banyumas, 27 Januari 1983. Tulisannya sudah dimuat di berbagai koran, baik cerpen maupun puisi. Seperti Wajah Pram (Radar Banyumas, 1983), Tubuh Ameba (Banjarmasin Post, 2018), Perempuan Dalam Lukisan, 2018), Seorang Tukang Sapu (Kabar Madura, 10 Desember 2018), Laki-laki yang Menunggu Hujan (Magelang Expresss, Sabtu 29 Desember 2018), Bulan Sabit di Atas Musala (Merapi, 10 Mei 2019), Sekor Ular di Dalam Rumah (Denpasar Post, 18 Agustus, 2019), Hari Kematian Seorang Penyair (Radar Banyumas, 26 Mei 2019), Perempuan Hybrid (Kedaulatan Rakyat, 06 Oktober 2019), Aku Menjadi Seorang Ayah (Mbludus.com, 16 Januari 2020), Kemarau di Bibir Yana (Radar Banyumas, 15 Maret 2020), Dua Orang Raja ( Teplok.id, 12 Juli 2020), Geguritan Banyumasan (Kalawerta Ancas, 2018). Laki-laki penyuka soto ayam ini, juga telah membukukan tulisanya ke dalam 17 buku tunggal dan lebih kurang 30 buku Antologi bersama. Buku terbarunya adalah Novelet: Maut dan Cinta (Satria Publisher, 2020) dan Antologi Cerita Pendek: Jas Merah Milik Bapak (Sint Publishing, 2020) Di tengah kesibukannya, masih menyempatkan diri untuk meramu tulisannya.

109.Petrus Nandi
Petrus Nandi, seorang penyair desa, lahir di Pantar, Manggarai Timur pada 30 Juli 1997. Saat ini menetap di Maumere. Puisi-puisinya tersebar dalam beberapa buku antologi, Koran dan media online. Buku puisi tunggal perdananya berjudul Memoar (G Pustaka, 2020).

110.Putri Bungsu
Putri Bungsu, guru yang gemar membaca, menulis, dan avontur. Namanya masuk dalam buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia dengan nama aktanya Tusilah. Menerbitkan buku puisi tunggal Ketika Aksara Bicara (2017) dan Detik Akhir (2019). Bergabung dengan banyak komunitas dan telah menerbitkan lebih dari 50 buku antologi bersama berupa puisi, geguritan, cerpen, cerkak, esai, maupun resensi. Mengikuti Konpen Malaysia dan menghasilkan antologi puisi Wangian Kembang. Mengikuti Wisata Puisi Brunei menghasilkan buku antologi Gadis Kampung Air, A Skyful of Rain (Banjarbaru) dan puluhan buku lainnya. Suka menulis untuk media pendidikan seperti Inspirasi, Inspirator, Luhur, Titis, Saraswati, Radar Pos.

111.Prayit. Sp
Prayit. Sp atau Sastra Paramatathya adalah penulis otodidak kelahiran Kota Pekalongan Jawa Tengah. Selain menulis ia juga aktif menekuni dunia teater. Banyak naskah, artikel dan puisi yang telah dia tulis. Dan dua buah buku antologi yang terbit pada januari 2019, yakni Antologi Maliya dan Antologi Fragmen Timur Pulau Jawa (Negarakertakala) menjadi bukti eksistensinya dalam menulis dan bersastra.

112.Pri Gurit
Pri Gurit adalah nama pena. Lahir di Kendal 11 Oktober 1955. Mantan PNS ,fungsionaris Dewan Kesenian Daerah ( DKD) Kab.Pekalongan yang membidangi Sastra dan Teater juga sebagai pengurus Forum Komunikasi Media Tradisional ( FK METRA ) Kab.Pekalongan seksi Pertunjukan.Aktif sebagai Penggiat di komunitas MAIYAH SULUK PESISIRAN Pekalongan salahsatu simpul MAIYAH NUSANTARA dibawah komando MH AINUN NADJIB.Menulis puisi sejak duduk dibangku SMA bersama Penyair AHMADUN YH yang teman satu kelas dan sebangku.Prestasi yang pernah diraih sebagai Juara 1 Poetry Reading tk.pelajar SMA se kab.Kendal pada Th.1973 dan 1974 duakali berturut-turut. Selain bersastra juga berteater. Di usianya yg sudah uzur masih meluangkan waktunya untuk membina dan melatih Teater di SMP dan SMA.

113.Q Alsungkawa
Q Alsungkawa, lahir di Tasikmalaya dan besar di Lampung Barat. Tulisannya berupa puisi dan cerpen pernah dimuat di sejumlah media, tergabung juga dalam buku MY HOPE 2017. EMBUN EMBUN PUISI. MAZHAB RINDU (KPS Pandeglang-Banten) EMBUN PAGI LERENG PESAGI. ANTOLOGI LANGIT SENJA JATI GEDE (Sumedang) dan yang terbaru EPITAF KOTA HUJAN (Temu Penyair Asia Tenggara di Padang Panjang) SENYUMAN LEMBAH IJEN (Kemah Sastra Banyuwangi) ANTOLOGI ANGGRAINIM, TUGU DAN RINDU (tugu Sastra Pematangsiantar) JEJAK CINTA DI BUMI RAFLESIA (Bengkulu) SEPASANG CAMAR (Semarak Sasta Malam Minggu SIMALABA) KUNANTI DI KAMPAR KIRI (Kampar Kiri-Riau) ANTOLOGI PUISI UNTUK LOMBOK. Lolos di event TIFA NUSANTARA 4. Even A Skyful Of Rain, antologi Banjarbaru’s Raini Day Literari Festival 2018. Dan yang terbaru lolos dalam event Pringsewu Kita 2020, lolos dalam event nasional MUNSI, dan dimuat dalam ANTOLOGI PUISI, CERPEN, ESAI. MUNSI 2020, dll. Saat ini aktif sebagai pengurus di Komunitas Sastra (KOMSAS SIMALABA) Lampung Barat.

114.R. Budiman
R. Budiman, biasa di panggil Budi. Aku berasal dari Garut, usiaku kini 41 tahun. Seorang ayah dari tiga orang anak, satu putri dua putra. Aku seorang Juru Parkir yang masih belajar menulis. Menitipkan mimpi dan harapan seperti mobil dan motor yang terparkir. Menjaga tabrakan dan kehilangan. Satu buku antopologi puisi yang baru bisa di banggakan, meskipun bukan pribadi masih bersifat bersama-sama. Tapi masih memiliki kesempatan sampai nanti, berharap bisa terus berkarya. Terima kasih.

115.Raden Rita Maimunah
Raden Rita Maimunah, lahir tanggal 2 Pebruari di Cianjur, Jabar, besar di kota Padang. Menulis puisi dan fiksi sejak 1977. Buku puisinya yang telah terbit berjudul “Tak Ada Kata” (2018).senandung luka ( 2018).
Puisinya mengisi puluhan Antologi Bersama Nasional/regional sejak tahun 2015 seperti : “Patah Tumbuh hilang berganti” Palagan Pres 2015, Antologi Puisi “ Memo untuk Wakil rakyat” Forum sastra surakarta November 2015, Antologi Puisi “ memo anti teroris” forum sastra surakarta april 2016, antologi puisi “ Memo antyi kekeran terhadap anak-MAKTA” september 2016, Antologi Puisi “Tadarus Puisi” 2017, Antologi GSM “ Gema Sonia Temasik” 2017, Antologi Puisi “Aceh 5;03 6,4 SR “April 2017, Antologi Puisi “Puisi menolak Korupsi 6-PMK 6”, Forum sastra surakarta Juli 2017, Antologi cerpen “ selendang mayang “ AWWA-Asean Writer’s Associsation, Juli 2017, Antologi Puisi “ Tema bebas “ Hidden Publisher Juli 2017, , Antologi wangian kembang Persatuan penyair malaysia 2018, Zamrud Khatulistiwa KKK, 1 Februari 2019’. Penyair cantik dengan Karya cantik Penebar media Pustaka 30 Okt 2019, Wong Khentir ( Lumbung Puisi sastrawan Indonesia Edisi Spesial 2020 ), Antologi Puisi Harapan 10 Februari 2020, dll

116.Rakai Lukman
Rakai Lukman adalah nama pena lukmanul Hakim, kelahiran Gresik 1983. Ikut berkecimpung di dunia kesenian semenjak SMA, lalu berlanjut di Yogyakarta lantas Pulang ke kampung halaman. Di tanah kelahiran masih ikut nimbrung di perhelatan alam estetika. Sempat nongkrong di Sanggar Jepit, Teater Eska, Roemah Poetika, Teater Havara, KOTASEGER (Komunitas Teater Sekolah Gresik), Gresik Teater, DKG (Dewan Kesenian Gresik), Lesbumi PCNU Gresik dan Sanggar Pasir. Di samping itu juga jadi Guru SB di SMK Ihyaul Ulum dan Guru BI di SMK al Ihlas. Antalogi tunggal “Banjir Bantaran Bengawan” dan berbagai antalogi bersama Kitab Puisi I Sanggar Jepit” tahun 2007, “Burung Gagak dan Kupu-kupu” 2012, dan Seratus Penyair Nusantara, Festival Puisi Bangkalan II, 2017. Juga terlibat dalam riset dalam program pendampingan teater DKJT 2018 dan pengkajian sejarah lokal Desa Canga’an Ujung Pangkah Gresik 2019. Sedang mempersiapkan antalogi kedua “Curhatan Bengawan” 2020.

117.Rasuna
Rasuna lahir dikota Kandangan Kalimantan Selatan. Alumni FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Duka Sekeping Hati merupakan kumpulan puisi karya tunggalnya yang diterbitkan pada tahun 2018.
Mengikuti antalogi Bersama antara lain: Maumang Makna di Huma Aksara (ASKS Kandangan 2017), Antalogi Puisi GURU tentang Sebuah Buku dan Rahasia Ilmu ( Gerakan Akbar 1000 Guru Asean Menulis Puisi) Perkumpulan Rumah Seni Asnur 2018, Tangisan Burung( Kumpulan Puisi Komunitas Guru Menulis Indonesia 2019), Perempuan di Atas Bukit(Kumpulan Puisi Komunitas Guru Menulis Indonesia 2019) Rumput Kering ( Kumpulan Puisi Komunitas Guru Menulis Indonesia 2019) Sajak Cinta Untuk PENEROKA ( Antalogi Puisi Anggota Perruas) 2019, Semerbak Hutan Seharum Ombak ( Antalogi Puisi ASKS Tanah Bumbu) 2019, dll

118.Rissa Churria
Rissa Churria, lahir di Banyuwangi, 17 Februari 1972, biasa dipanggil Ummi Rissa adalah penyair yang saat ini tinggal dan menetap di Bekasi, Jawa Barat. Karyanya diterbitkan dalam buku kumpulan puisi tunggal, yaitu : “Harum Haramain” (2016), “Perempuan Wetan” (2017), “Blakasuta Liku Luka Perang Saudara”(2019), “Matahari Senja di Bumi Osing” (2020). Puisi Rissa juga dimuat di berbagai media cetak, antara lain : Jawa Pos, Radar Banyuwangi, Radar Bekasi, BMR Fox Kotamobagu, Majalah Pemuisi-Malaysia, dan lain lain.
Selain itu puisinya juga sudah dimuat di lebih 80 kumpulan puisi Bersama sejak tahun 2014 , antara lain : “Indonesia Dalam Titik 13” (2013), “Ziarah Batin” (2014), “Wakil Rakyat” (2015), “Memandang Bekasi” (2015), “Ambarawa Seribu Wajah” (2016), “Sastra Lembah Ijen” (2017), “Teksi : Kumpulan Antologi Cerpen Seram dan Thriller” (Penulis Malaysia, Singapura dan Indonesia : 2018), “Jazirah” (Festifal Sastra Internasional Gunung Bintan 1 – 2018), “Doa Seribu Bulan” (Antologi Puisi ASEAN 2018), “Negeri Bahari” (Negeri Poci – 2019), “Segara Sakti Rantau Bertuah” ( Festival Internasional Gunung Bintan 2019), “Cincin Api” (Balai Pustaka Jawa Tengah – 2019), “Di Kaki Gunung Bintan” ( Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2019), “Splash The Unrimitting Drizzel” (22 Penulis dari India, Pakistan, Bangladesh, Indonesia- 2019, dll.

119.Ria Mi
Riami, tinggal di Malang. Pernah menulis di Malang Post, penulis buku ” Catatan Harian Belajar di Bukit Nuris”, “Pelangi Kerinduan”, ” Kisah Romansa di Negeri Awan”, dan “Serpihan-serpihan Kisah Kita”, “Dua Mata Haiku”, bersama Mohamad Iskandar”, dan “Sajak Biru”. Aktif menulis di kompasiana.com, aktif di Group Sahabat Guru Super Indonesia, sedang mendalami haiku di Group Kelas Puisi Alit (KEPUL) yang di ampu oleh penyair Mohamad Iskandar. Mendalami Puisi bebas di Kelas AIS ( Asqalani Imagination School) diampu oleh Muhammad Asqalani eNeSTe, Mengajar di SMPN 2 Pakisaji Kab. Malang.

120.Rina Yuliana
Rina Yuliana. Kelahiran 22 Juli di kota Praya, Lombok Tengah. Orang yang terkenal bobrok kalau sudah kenal, namun orangnya pemalu juga. Suka menulis puisi sejak mengajukan resign dari pekerjaan dan terus terlena menulis hingga saat ini.

121.Raden Mas Soedarmono
Sudarmono/Raden Mas Sudarmono, lahir di Bantul Yogyakarta 11 Oktober 1963 berkesenian dimulai di SMA dan saat bergabung dengan Teater Dinasti Yogyakarta, Paguyuban Teater Bantul dan Kelompok Teater Rakyat Indonesia, Pegiat PMK puisi menolak korupsi ini tulisan sosialnya banyak dipublikasikan di surat kabar daerah maupun nasional, sedangkan tulisan Puisi nya banyak dibukukan dengan Penyair Nusantara lainnya, sampai sekarang masih tercatat sebagai Anggota Pengurus Dewan Kesenian Kabupaten Bekasi Komite Sastra dan Teater, pekerjaan penulis dan bergiat di Komunitas Mendut Tambun Bekasi

122.Rai Sri Artini
Rai Sri Artini. Beralamat di Jalan Raya Tuka no.31 Banjar Tuka Desa Dalung Kec.Kuta Utara 80361 Kab.Badung- Bali. Bisa dihubungi di facebook Rai Sri Artini dan di alamat email raisri_artini@yahoo.com. Puis-puisinya tergabung dalam beberapa antologi : Klungkung,Tanah Tua Tanah Cinta, Mengunyah Geram Seratus Puisi Melawan Korupsi, Ketika Kata Berlipat Makna, Lumbung Puisi, Progo 4 Temanggung dalam puisi, Antologi Puisi Bogor, Ning, Saron, Seutas Tali Segelas Anggur,dll.Puisi-puisi pernah dimuat di Bali Post, Denpost, Tribun Bali, Litera.co, Tatkala.Co, Jendela sastra,Riau Realita,Kompasiana, Linikini Linifiksi.

123.Rita Orbaningrum
Rita Orbaningrum, lahir di Magetan Jawa Timur, 22 tahun tinggal di Muntok, Bangka Barat. Berprofesi sebagai guru bahasa dan sastra Indonesia di sebuah SMA, yang juga aktif sebagai pegiat literasi masyarakat hingga tahun 2019 mendapatkan penghargaan Nugrajasa Darmapustaloka di Bangka Barat. Pendiri Pondok Baca Ceria, juga menulis buku teori puisi esai, baik karya tunggal maupun karya bersama, buku puisi tunggal maupun buku puisi bersama, buku kumpulan cerpen tunggal maupun karya bersama, juga menulis beberapa arikel atau opini yang diterbitkan sebagai karya bersama dan sebagai editor buku bagi penulis pemula karya siswa maupun karya anggota komunitas,. Tidak ada guru hebat yang harus ada adalah murid yang hebat. Prinsip itulah yang menjadi motivasi dalam menularkan kemampuan literasinya kepada anak didik.

  1. Rosmita ,S.Pd
    Rosmita.S.Pd, Lahir di Provinsi Nangroe Aceh 20 April menetap di Jambi. Pernah kuliah di UNJA dan UT Jambi selesai 2010. Bekerja sebagai Kepala Sekolah
    di salah satu SD yang berada . di lingkungan
    Kabupaten Muaro Jambi. Saya penyuka warna hitam
    Traveling , Adventure adalah kegiatan yang paling disukai. Berpuisi sejak duduk di bangku
    sekolah dasar . Bagi saya syair adalah napas kehidupan.. Penggagas Antologi bersama
    Di Rumah Sastra. Pemilik rumah sastra
    LUMBUNG Karya Sastra Nusantara. Penggagas Antologi bersama . guru se Indonesia. Anggota ASPI 2017 hingga kini. baru menulis 51 Antologi Bersama

125.Rohani Athalla
Rohani Athalla, Lahir di Kuta Panjang, Aceh, 10 Juni 1985. Bekerja sebagai Guru Bahasa Indonesia di SMA N 1 Aceh Barat Daya, adalah anak dari Bapak Muhammad dan Ibu Fatimah. Telah menikah dengan Zukriya Irfan dan memiliki dua orang anak, yaitu ; Athaillah Muhammad Irfan dan Aisyah Halwatuzzahra Ifran. Ibu yang suka Memasak ini, penggemar berat Buya Hamka dan Andrea Hirata, salah satu Buku Favoritnya adalah Tentang Perempuan karya Hamka.

126.Rasif Arisa
Rasif Arisa, yang biasa dipanggil Rasyid lahir di Pulau Kecil, 10 Januari 1980 (RIAU) adalah penyair yang tinggal di Kota Jambi, S1 Fakultas Sastra dan Kebudayaan Islam (UIN STS JAMBI 2007), S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (UNIVERSITAS JAMBI 2020). Namanya tercatat di lumbung puisi dalam Antologi Nasional sampah 2020.

  1. S. Ratman Suras
    S. Ratman Suras, belajar sastra ala otodidak. Gugur Gunung (1996) Suluk Sunyi (2015) adalah antologi puisi tunggalnya. Sedangkan antologi bersama penyair Indonesia antara lain, Tanah Pilih (2008) Julang (2012) Kunanti Di Kampar Kiri (2018) Jazirah Lima (2020). Lahir di dusun Sindeh, Desa Wringinharjo, Gandrungmangu, Cilacap, pada, 8 Oktober 1965
  2. Shah Kalana Alhaji
    Shah Kalana Alhaji, Menulis Cerpen, Esai Sastra dan naskah Derama sejak tahun 1990. Dipublikasi di Harian Dinamika Berita, Radar Banjarmasin, dan Majalah Kampus GAWI SABUMI Fakultas Pertanian Universitas Achmad Yani Banjarmasin 1990-1998.Pimpred Majalah Kampus GAWI SABUMI Fakultas Pertanian Universitas Achmad Yani Banjarmasin, 1996-1997.Sutradara/Penulis Naskah skenario teater ”Dari Kosong (menunggu) Kembali Kosong” FRONT BUDAYA GODONG KELOR INDONESIA pada Temu Teater se-Kalimantan di Banjarmasin, 2006-2007, Puisi Konkret berjudul “WAKTU yang TERBUNUH” dan “NGUMPUL KERBAU” FRONT BUDAYA GODONG KELOR INDONESIA pada Temu Teater se-Kalimantan di Banjarmasin, 2006, Sutradara pementasan ”Bandjarbaroe Tempo Doeloe” Kolaborasi Tiga Budaya_HUT Kota Banjarbaru, 2004
  3. Sami’an Adib
    Sami’an Adib, lahir di Bangkalan tanggal 15 Agustus 1971. Lulus Strata I pada jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Jember (Unej).
    Sejak SMA ia aktif menulis di buletin sekolah. Ia pernah menjadi Pengelola Mading Sekolah. Tulisan-tulisannya berupa opini, cerpen, dan puisi tersebar di berbagai media cetak dan on line, di antaranya, Surya, Jawa Pos, Republika, Simponi, Fakta, Surabaya Post, Radar Jember, Wawasan News, Berita Baru Jatim, Riau Ralita, dan lain-lain.
    Puisi-puisinya mengisi puluhan antologi Bersama Nasional / Regional sejak tahun 2013 antara lain : Requiem Buat Gaza (Gempita Biostory, Medan, 2013), Mendekap Langit (Gempita Biostory, Medan, 2013) Menuju Jalan Cahaya (Javakarsa Media, Jogjakarta, 2013), Ziarah Batin (Javakarsa Media, Jogjakarta, 2013), Cinta Rindu dan Kematian (Coretan Dinding Kita, Jakarta, 2013), Ensiklopegila Koruptor, Puisi Menolak Korupsi 4 (PMK-Forum Sastra Surakarta, 2015), Wong Kenthir (2020), Perjalanan Merdeka (Independent Journey (Penebar Media Pustaka, Yogyakarta, 2020), Mahligai Penyair Titipayung (2020), Pandemi Puisi (Teras Budaya, Jakarta, 2020), dan lain-lain. Bersama 5 (lima) tokoh pecinta sastra di Jember mendirikan Forum Sastra Pendalungan. Aktivitas sekarang selain bergiat di Forum Sastra Pendalungan, ia juga ber-hidmad di Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI). Ia juga mengabdikan diri di di sebuah lembaga pendidkan Madrasah sebagai pendidik di MIMA 01. KH. Shiddiq Jember.

130.Sarwo Darmono
Sarwo Darmono adalah penyair yang tinggal di Lumajang Jawa Timur, menulis di beberapa antologi nasional seperti di Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia

131.Siliverter Kiik
Silivester Kiik, lahir di Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka , 14 September 1987. Karya antara lain: “Amor (2020); DEBU dan Sebuah Pesan yang Belum Sempat Terbaca Oleh Rembulan (2020); Menabur Matahari (2020);
Puisinya mengisi antologi bersama nasional dan regional diantaranya : “Sepotong Hati yang Terluka (2018); Tetes Embun Masa Lalu (2018); Seutas Memori dalam Aksara (2018); Warna-Warni Aksara (Jilid II) (2018); Laki-Laki Perkasa yang Tak Pernah Menangis (2018); Diam yang Bersuara (2018); Prelude (2019); Romantisme Perahu Kertas (2019); Montase Kenangan (2019); Berapi (2019), Pucuk-Pucuk Harapan (2019); Bercengkerama di Musim Rindu (2019); Topeng Jiwa (2019); Sepasang Tangan yang Terpasung (2019); Sajak-Sajak Penaku dan yang Bersemayam dalam Diri (2019); Segelintir Kesucian (2019); Selamat Datang Mas Nadiem: Gagasan Literasi Maju untuk Menteri Baru) (2019); Menyalibkan Cemburu (2020); HIDUP ITU PUISI dan Sajak-Sajak yang Terlempar di Tengah Kampung (2020); Rumah Sebuah Buku (2020); Corona-Penyair Indonesia Mencatat Peristiwa Negeri-Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia VIII (2020); Tadarus Puisi IV-Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia (2020); Sampah-Puisi Penyair Indonesia (2020); Seruling Sunyi untuk Mama Bumi (2020); dll. Saat ini tinggal di Kota Perbatasan RI-RDTL (Atambua-Belu-NTT).

  1. Siti Ratna Sari

Siti Ratna Sari, lahir Tanggal 13 Oktober 1978 di Gunung Tabur sebuah wilayah yang dulunya jadi pusat kerajaan pertama di Kabupaten Berau. menempuh Pendidikan dari SD hingga SMA di Kecamatan Tanjung Redeb, menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman. Menyukai menulis puisi, sekarang, mengabdi sebagai tenaga pendidik di SMPN 3 Tanjung Redeb sejak 2019 sampai sekarang.

133.Siti Subaida
Siti Subaida lahir di Sumenep 34 tahun. Wakil kepala sekolah di SMPI Al-Asas Lenteng Barat Sumenep. Baru memulai menjadi seorang penyair di pertengahan tahun bersama Lumbung Puisi. Selama enam bulan telah menghasilkan 20 lebih buku antologi seperti “Sampah”, “Goresan Pena Kala Pandemi”, “Bukan Sekedar Merdeka” dll. Sekarang sedang menyusun 3 buku solo yang diharapkan bisa terbit di tahun 2021.

134.Siti Rukayah
Siti Rukayah lahir di Tulungagung, JawaTimur. Menulis puisi dan cerpen dalam beberapa antologi, di antaranya Antologi Puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan 2019, Antologi Cerpen Beautifull Tomorrow (2019), Antologi Cerpen Chanting Memories (2019), Antologi Cerpen Elegi Palastra (2020), Antologi Puisi Jendela Terbuka (2020), Antologi Puisi Padika Ode (2020), Antologi Cerpen Pijar Untuk Esok (2020), Antologi Puisi Gabin Barandam (2020), Antologi Puisi Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2020, Antologi Cerpen Asmaraloka dan Luka (2020), Antologi Puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan 2020, Antologi Puisi Ruang Stereo Misteri Manusia (2020), Catatan Mengenang Nadjmi Adhani (2020). Kumpulan cerpennya berjudul Kepergian Jarwo telah terbit pada Juli 2020. Namanya juga tercantum dalam buku Leksikon Penyair Kalimantan. Saat ini mengabdikan diri sebagai pendidik di SMPN 3 Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

  1. Selly Gunawi Ayu
    Selly Gunawi Ayu, lahir di bandung 30 aguatus 19999 saya sangat senang menulis ketika saya berada di abngku aliyah samapai sekarang kuliahpun saya sangat sennag sekalii menulis dan saya pernah juara 1 menulih puisi tngkat provibsi sering mngikuti puisi saya alhamdulilah tulisan saya terpilih dan di wujudkan mnjadi buku antalogi puisi saya berumur 20 tahun saya sangat mnyukai menulis

136.Sugeng Joko Utomo
Sugeng Joko Utomo, Guru mapel Fisika dan Rekayasa Perangkat Lunak di SMK TI Riyadul Ulum Cibalong Tasikmalaya. Dan guru mapel Biologi di SMA BoardingSchool Bina Insan Mandiri Bantarkalong Tasikmalaya. Pencetus dan admin grup penulis sastra Kebumen di FB, “Prosa Kita Puisi Kita”. Rajin menulis puisi bertema jatuh cinta dan patah hati dan geguritan Jawa Ngapak. Sedang menunggu sponsor untuk menerbitkan lebih dari 200 puisinya dalam 2 buku kumpulan puisi. Asal dari Gombong tinggal di Tasikmalaya. Sekarang juga tengah bergiat di Lingkar Sastra Gombong (LISONG)

137.Soekardi Wahyudi
H. Sukardi Wahyudi, lahir di Samarinda pada tanggal 17 Januari 1960, Sukardi Wahyudi mengaku mengeluti dan memperdalam dunia sastra secara autodidak, hal itu dilakukan sejak tahun 1977 dan baru tahun 1981 berani mempublikasikan karyanya di media masa baik Daerah maupun nasional dan Buletin sastra yang tersebar di Nusantara. Sukardi Wahyudi telah menghimpun karyanya secara tunggal maupun bersama yang diterbitkan dalam sejumlah buku antologi puisi dan cerpen antara lain : Diam (1983, Ikatan Pencinta Satra Kabupaten Kutai) Tongkat (1984, Ikatan Pencinta Sastra Kabupaten Kutai), Boom (1984, IPS Tenggarong), Hudoq 2000 (1985, Ikatan Pencinta Sastra Kabupaten Kutai), Menepis Ombak Menyusuri Sungai Mahakam (1999, Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Kutai), Seteguk Mahakam (2006, Penerbit Matahari Jogyakarta), Ada Gelisah Di Pertemuan Waktu Antologi Cerpen (2011, Penerbit Araska Jogyakarta) Lelaki Itu Antologi puisi ( cetekan I – 2010, cetakan II – 2018 Penerbit Araska Jogyakarta) dan Jejak Rindu Antologi puisi (2019, Penerbit Araska Jogyakarta). Karyanya juga termuat dalam beberapa buah buku antara lain Secuil Bulan Di Atas Mahakam Antologi puisi bersama penyair Kaltim (1999, DKD. Prov. Kaltim), Maaf dan Penyesalan ( Antologi Puisi 2005 ), Ikhtisar Sastra Indonesia Di Kalimantan Timur (Apresiasi, 2009), Ensiklopedia Sastra Kalimantan Timur (Apresiasi, 2009),dll

138.Selamat Said Sanib

Selamat Said Sanib, Lahir 18 Maret 1968 di Barong Tongkok, Kutai Barat, Kalimantan Timur, anak dari pasangan Alm.Sanib Bin Arifin ( Cilodong Jawa Barat ) dan Meidina ( Hatyei Songkla Thailand Selatan ).
Beberapa puisinya dimuat di Samarinda Pos dan situs online ambau.id. Antologi Puisi Cinta Dalam Mendidik ; Lukisan Hati Tentang Guru Budi Dan Pendidikan, Kreasi dan Literasi Indonesia Penerbit Adhi Sarana Nusantara, Mei 2018
Antologi Puisi Kitab Puisi Indonesia 1001 Cinta, 1001 Rindu.Penyusun Muhammad Thobrani,Penerbit Anom Pusaka,Pebruari 2019. Ijab Qabul Puisi Puisi Tentang ; Pendidikan, Politik, Sosial Kemanusiaan,Rumah Tanggga, Keperempuanan, Romantisme,Motivasi dan Spritualitas, Araska Jogyakarta,Maret 2019. Menikah dengan Hairiyah. Ia dikaruniai 4 anak bernama Iqbal Mursyidan, Zulva Azzahro, Gina R Sabila, dan Rahmi Zahratunnisa.

139.Sumrahadi/Munadi Oke
Munadi oke , Nama Lainnya Sumrahadi adalah penyair yang tinggal di Jakarta. Puisi-puisinya banyak mengisi berbagai antologi Bersama nasional dan regional.

140.Sri Asih
Sri Asih, adalah seorang penulis penyair yang Tinggal di Pasuruan karyanya berupa Cerita Anak, Cerpen, Puisi dan artikel Pendidikan. Karyanya tulisnya Si Manis Madu merupakan salah satu pemenang sayembra di Pusat Perbukuan.

141.Sri Gumilang,
Sri Gumilang, kelahiran Depok, 23 November 1998. Buku antologi tunggalnya “SeManusia” dan “Pigmen Waktu” (Juli 2020). Tinggal di Taman Manggis Permai, blok.G13 no.5 Kec. Cilodong Kel. Sukamaju Kota Depok, Jawa Barat

  1. Sukma Putra Permana
    Sukma Putra Permana lahir di Jakarta pada 1971. Giat berproses kreatif sebagai editor, penyair, dan penulis nonfiksi di Komunitas Belajar Menulis (KBM) Yogyakarta. Beberapa buku antologi terbaru yang memuat puisinya antara lain: Negeri Bahari (2018), Pesisiran (2019), Segara Sakti Rantau Bertuah (2019), Perjalanan Merdeka (2020), CORONA (2020), Gambang Semarang (2020), Rantau (2020), Alumni Munsi Menulis (2020), Kembara Padang Lamun (2020), Angin, Ombak, dan Gemuruh Rindu (2020), dan Kristal-Kristal DIHA (2020). Buku puisi tunggalnya: Sebuah Pertanyaan Tentang Jiwa Yang Terluka (2015). Sekarang tinggal di Bantul, D.I.Yogyakarta.

143.Sulistyo
Sulistyo
Menyukai sastra khususnya puisi sejak sekolah dasar. Lahir di Kudus pada 11 September. Mengikuti beberapa antologi bersama antara lain Kata Kita, Tadarus Puisi IV, Sampah.
Tinggal di Jakarta.

144.Suneni
Suneni, lahir di Indramayu Jawa Barat. Karyanya dimuat di beberapa buku antologi bersama. Tinggal di Indramayu.

145.Supianoor
Supianoor dilahirkan di Kusan Hulu, sebuah kecamatan yang berada di pelosok Kalimantan Selatan pada tanggal 1 Juli 1969. Penikmat Sastra sejak bangku SMP. Sekarang bertugas sebagai Kepala Sekolah di SMPN 4 Kusan Hulu Puisi-puisinya terdapat dalam antologi bersama Buitenzorg Bogor Dalam Puisi Penyair Nusantara (2017), Berbagi Kebahagiaan (2019), Surak Sumampai (2019) dan Corona (2020) , Rindu (2020), Hujan itu Selalu Melukiskan Rindu (2020), Berguguran Ranting Harapan (2020), Ramadan Kareem (2020),Sampah (2020), Love In Silence And Memories (2020), Filosofi Rindu (2020), Lantunan Doa Rakyat (2020), Sapardi Dalam Kenangan (2020), Menikah Yang Menikam (2020), Gabin Barandam (220), Tribute To Soni (2020) serta beberapa antologi bersama lainnya dalam proses penerbitan. Sekarang tinggal di Desa Binawara RT.006, Kec. Kusan Hulu Kab. Tanah Bumbu 72272 Kalimantan Selatan. Bisa dihubungi di no Hp/WA 081348562835 atau Email smpn2kusanHulu@yahoo.com

146.Surasono Rashar
Surasono Rashar. Lahir di Lahat, 06 Oktober 1960. Sejak 1981 hijrah ke Lumajang. Pendidikan SLTA di Tegal dan studi kewartawanan di Yogyakarta. Tahun 1982 ia mendirikan Sanggar Sastra DIAN Lumajang. Aktif menulis mulai 1979 berupa puisi, cerpen, reportase, novel, feature, artikel dan buku. Kini menggarap novel Suluk Sutera Kemilaudan Satria Piningit Mencari Allah. Puisinya dipublikasikan di koran, majalah media regional, nasional, dan internasional, antara lain: Bahana Brunei, Berita Buana, Horison, Jogja Post, Bali Post, Akcaya, Pikiran Rakyat, Surabaya Post, Eksponen, Yudha Minggu, Mutiara, Suara Indonesia, Swadesi, Simponi.
Puisi-puisi Surasono Rashar pernah diulas dan dikupas oleh Korrie Layun Rampan di koran Swadesi 11 Juli 1995, oleh Djoko Suud Sukahar di harian Memorandum Sabtu, 23 Februari 1991, oleh Putu Tirta Wirya di Buletin Sastra Dian no 6 tahun 1998, oleh Wawan Hamzah Arfan di Harian Pikiran Rakyat Minggu III Maret 1989. Dikomentari pula oleh Kusprihyanto Namma di Kompas Minggu 18 September 199 dan di harian Surabaya Post 4 September 1994. Di samping itu surat lepas dari Umbu Landu Paranggi 12 Februari 1993 dan dari Diah Handaning 12 April 1992. Tahun 1989 tanggal 28 Mei di koran Yudha Minggu puisinya diapresiasi oleh Harianto Gede Panembahan.
Tahun 2000 meraih juara I pada lomba karya ilmiah populer bidang pertanian yang diadakan Departemen Pertanian dan Tabloid Sinar Tani. Karya sastranya memenangi lomba penulisan sastra yang diadakan Dewan Kesenian Mojokerto 1998, Tabloid Nyata 2008, dan sebagainya.
Persentuhan batinnya ketika bersentuhan dengan Ruh Ilahi telah banyak melahirkan karya-karya suluk, begitu pun sewaktu persentuhan ruhnya dengan guru gaibnya: Sunan Bonang-Sunan Kalijaga, tak kurang menempa pikiran, hati, jiwa dan sirnya. Beliau-beliau pula yang menasbihkan Ilmu Tali Rasa Jiwa, Sari Rasa Sukma Kemusuk Badan, Pusat Kendali Naga, Ilmu Kaweruh Sejatinya Sunan dan dikenalkan kitab wadah tujuh.

147.Syahriannur Khaidir
Syahriannur Khaidir, Dilahirkan di Sampit, 26 September 1975 kota kecil di Kalimantan Tengah. Menamatkan Pendidikan S1 di Universitas Islam Malang tahun 1999. Bekerja sebagai tenaga pengajar di SMK Negeri 1 Sampang yang beralamat di jalan Suhadak 11 A Sampang. Aktif mengikuti proses menulis Antologi Puisi Bersama di Lumbung Puisi sejak tahun 2017

148.Syahryan Khamary
Syahryan Khamary, lahir di Sirongo, Tidore 11 Nopember 1977, Kedua orang tuanya (Muhammad KH & Maya Ms) adalah petani yang serba kekurangan, namun mereka berupaya untuk memberikan pendidikan yang cukup untuknya dan kelima saudaranya. Saat ini ia masih tercatat sebagai Mahasiswa Universitas Terbuka.
Dunia Sastra bukan dunia yang baru, Syahryan aktif menulis di Acara Serambi Sastra dan Mari Berpantun di RRI Ternate sejak tahun 1992-1997, Acara sastra & Lagu RRI Gorontalo tahun 1995-1997, Puisi dan Lagu RSPD Kab.Halmahera Tengah tahun 1996-1997, Sastra muda Indonesia RRI Jakarta tahun 1996, dan Suara Jerman DW tahun 1998.
Selain menulis, syahryan juga menggerakkan kehidupan Sastra di kota Tidore Kepulauan dengan menggelar bebagai kegiatan seperti, Teater Anak, Antri Tapi Baca (ATM), dialog sastra, dll.
Di Organisasi sastra, ia turut mendirikan Dewan Kesenian Tidore, Dewan sastra Tidore, Armada Pena Tidore, dll.
Menjadi Juri cerita anak sejak tahun 2009, Juri lomba Membaca puisi, Juri tarian, juri kegiatan Senni & Budaya di Kota Tidore Kepulauan.
Syahryan juga terjun ke dunia Jurnalistik sejak tahun 1999-2018. Jurnalis Koran Surya Pagi Jakarta, Pemred Tabloid Kabata Tidore, Pemred Parlementaria, dan Pemred Tabloid Gamsita. Ia juga menjadi Staf pengajar Sastra di SMA 10 Kota Tidore Kepulauan.
Ia juga menjadi Pemateri GLN Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara, terpilih jadi pamong Bahasa 2016, Instruktur Literasi 2019, dan yang termutahir terpilih mewakili Maluku Utara pada ajang berngsi MUNSI III di Jakarta 2020.
Prestasi lain yang juga ditorehkan adalah Juara I Lomba Cipta Puisi Pahlawan Kab. Halmahera Tengah 1997, Juara 1 Lomba Cipta Puisi dan Juara II Lomba Cipta Cerpen tahun 2002, Juara IV Penulisan Artikel Maluku Utara 2015, Juara 1 Penulisan cerita anak Maluku utara 2016, dan Juara V Penulisan bahan Ajar SMA tahun 2017.
Dari rentetan sepak terjangnya ia di anugerahi Penghargaan Rau Parada Award Bidang Kebudayaan Kota Tidore Kepulauan tahun 2008, Penghargaan Juri tebaik Pena Award Kota Tidore Kepulauan tahun 2014, dan Penghargaan Tokoh Budaya Prov.Maluku Utara tahun 2020. Namun gagal meraih penghargaan Tokoh Sastra Kantor Bahasa Maluku Utara dalam 2 kali Nominasi (2016 dan 2017).
Dari ujung penanya lahir beberapa buku yang sangat familiar di Masyarakat Maluku Utara antaralain Jin Toboso, Padi dari Tidore, Novel Paragraf terakir, Cinta di tali Jemuran, Tanpa Paragraf, Kumpulan puisi Lilin Kota Cinta, Luka di perempatan jalan, dan Bidadari Ketas.
Saat ini Syahryan hidup di Sirongo, Tidore bersama Istrinya yang seorang ASN bernama Hasanah Yunus dan dikaruniai 2 orang anak Farhan Jidan Khamary dan Nilam Khamary. Nomor kontaknya: 0852 4290 5488 (Wa), Email: hasanahyunus189@gmail.com. Akun FB. Syahryan Khamary.

149.Tri Wahyuni
Tri Wahyuni lahir di Yogyakarta,16 Juni 2001 . Penulis terdaftar sebagai Mahasiswi di Universitas Negeri Yogyakarta prodi Bahasa dan Sastra Inggris. Seorang penulis muda yang telah menulis antologi puisi tunggal yang berjudul Hujan Merindu (2018), Sajak Cerita Senja (2018), dan Berlutut Di Bawah Kaki Purnama (2020). Sampai sekarang sudah menulis berbagai puisi yang telah dimuat dalam beberapa antologi bersama penulis se-Indonesia yaitu Antologi Puisi Maha Kata, Bahasa Diam, Kisah Lain Adam dan Hawa, Terbang Dalam Deen Assalam, Antologi Bersama Menanti Senja, Violin, Sekotak Rasa Palu Donggala, Pandemi Puisi, Kluwung dan Ruang Putih Demokrasi. Antologi Esai : Menangkis Intoleransi Melalui Bahasa dan Sastra yang diadakan oleh Balai Bahasa DIY. Antologi Geguritan : Tilik Wewisik dan Kidung Karangkitri yang diadakan Dinas Kebudayaan DIY. Penulis pernah mengikuti acara sastra seperti tampil di Selasa Wagen, Festival Purbakala, mengikuti Temu Karya Sastra Penulis Se-DIY, tampil di Radio Megaswara, baca puisi di Radio Mesra Pare-Pare dan lain-lain. Penulis juga aktif sebagai penggiat sastra Kulonprogo, pengurus harian Komunitas Sastra-Ku, Forum Sastra dan Teater Kulonprogo, Unit Studi Sastra dan Teater, dan anggota Komunitas Pencinta Sastra Indonesia.

150.Tono
Tono, lahir di Blora 25 Agustus 1982. Penulis merupakan guru SD Negeri Kentong, Cepu Blora. Ketertarikannya dalam menulis puisi sejak tergerak mengikuti kegiatan guru menulis puisi oleh Bengkel Puisi Perruas. Hobinya menulis puisi makin tersalurkan ketika bergabung di Komunitas Yuk Menulis (KYM). Suatu kebanggaan ketika beberapa karyanya dapat bersanding dengan sastrawan-sastrawan Indonesia. Sebagai seorang guru, penulis ingin memberikan teladan agar siswa juga harus semangat berkarya.

151.Uyan Andud
Uyan Andud Uyan Andud nama asli Suyanto, lahirkan Kediri pada tgl 4 September 1971. Pendidikan dari SD sampai SPG di kabupaten Kediri dan melanjutkan pendidikan di Universitas Wisnu Wardana (Unida) Malang. Sekarang, tinģgal di kab.Kediri. Namanya tercatat di Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.

152.Wanto Tirta
Wanto Tirta, Lahir dan hidup di lingkungan pedesaan. Menulis puisi, guritan, parikan dan membacakannya di berbagai kesempatan. Bermain teater dan ketoprak. Bergiat di Komunitas Orang Pinggiran Indonesia (KOPI), Paguyuban Ketoprak Kusuma Laras. Mendapat penghargaan Gatra Budaya Bidang Sastra dari Pemkab. Banyumas (2015), Nomine Penghargaan Prasidatama kategori Tokoh Penggiat Bahasa dan Sastra Jawa, Balai Bahasa Jawa Tengah (2017). Tinggal di Ajibarang Kab. Banyumas.

153.Wardjito Soeharso
Wardjito Soeharso Lelaki dengan multi status: suami, bapak, penulis, pengusaha, pelamun, pemimpi, dan masih banyak lagi. Menulis sebagai akibat dari suka membaca. Menulis puisi, naskah drama, essai ilmiah populer, dan sekarang sedang rajin menulis novel. Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang, novelnya yang baru terbit, mendapat sambutan baik dari para pembacanya. Sekarang sedang menulis novel seri keduanya.

154.Wyaz Ibn Sinentang
WYAZ (Wahyudi Abdurrahman Zaenal) IBN Sinentang lahir di kota Pontianak tanggal 24 April 1966. Mulai berkarya sejak tahun 1980. Karyanya pernah dimuat di beberapa media lokal, nasional/luar pulau, negeri jiran, baik cetak maupun online.
Karyanya juga terangkum dalam beberapa antologi dan cerpen bersama; IJE JELA (DKK Batola, 2016), RINDU RENDRA (2019), DANDANI LUKA-LUKA TANAH AIR ( Numera, 2020), TADARUS PUISI IV (Lumbung Puisi Sastrawan, 2020), PUISI SAMPAH (Lumbung Puisi Sastrawan, 2020) dll. Antologi puisi tunggalnya, antara lain; BERSAMA HUJAN (2011), HIJRAH (2012), NYANYIAN LILIN PUTIH (2012), PERJALANAN SAJAK BULAN KOSONG (2013), REKAH CAMELIA DI LANGIT DESEMBER (2014), TIGA IBU (2016). Kumpulan cerpen tunggalnya PUING (2014).
Menetap di kota Ketapang (Kalimantan Barat), Jl. Gatot Subroto Gg. Hadi No.A6, Payakumang

155.Wayan Budiartawan
I Wayan Budiartawan alumni SMP Negeri Rendang
Namanya tercatat di Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.

156.Winar Ramelan
Sunarti Ramelan yang lebih dikenal dengan nama Winar Ramelan lahir di Malang pada tanggal 5 Juni dan kini tinggal di Denpasar. Menulis kumpulan puisi tunggalnya dengan judul NARASI SEPASANG KAOS KAKI yang diterbitkan penerbit Teras Budaya, Jakarta. Menjadi anggota Komunitas Jati Jagad Kampung Puisi (JKP), Dapur Sastra Jakarta (DSJ), dan penulis puisi di majalah Wartam. Puisinya juga dimuat di beberapa media cetak dan online juga buku antologi bersama, antara lain harian Denpost, Bali Post, Post Bali, Wartam, Banjarmasin Post, Tribun Bali, Radar Malang, Dinamikanews, konfrontasi.com, Sayap Kata, Dinding Aksara, detakpekanbaru.com, Kompasiana, Flores Sastra, dan tatkala.com
Tergabung dalam antologi bersama, Palagan, Untuk Jantung Perempuan, Melankolia Surat Kematian, Klungkung Tanah Tua Tanah Cinta, Madah Merdu Kamadhatu, Tifa Nusantara 3, Puisi Kopi Penyair Dunia, Pengantin Langit 3, Seberkas Cinta, Lebih Baik Putih Tulang Daripada Putih Mata, Progo Temanggung Dalam Puisi, Rasa Sejati Lumbung Puisi, Perempuan Pemburu Cahaya, Mengunyah Geram Seratus Puisi Melawan Korupsi, Jejak Air Mata Sittwe ke Kuala Langsa, Senja Bersastra Di Malioboro, Meratus Hutan Hujan Tropis, Ketika Kata Berlipat Makna, Tulisan Tangan Satrio Piningit, Saron, A Skyful of Rain, Sebutir Garam di Secangkir Air, Berbagi Kebahagiaan Dalam Tadarus Puisi, Perempuan Bahari, Antologi Puisi Lombok, Sketsa Jihwa, Semesta Jiwa, Obituari Puisi Dan Prosa Arie MP Tamba, Pandemi Puisi, Alumni Munsi, Gambang Semarang, Asap Riau Duka Serantau, Sampah Serapah Sripah

  1. Wiwin Herna Ningsih
    Wiwin Herna Ningsih, Saya bekerja sebagai guru sekolah dasar di Bandung Barat
    Hobi saya membaca menulis dan traveling
    Buku solo saya terbit tahun 2018 dan buku antologi bersama ada 11 buku
    Saya pernah membaca puisi sekabupaten Bogor hanya mendapat juara ke 3 saja hadiahnya berupa uang saja

158.Yoe Irawan
Yoe Irawan lahir di Kendal, Jawa Tengah, pada 26 Juni. Menetap di Kota Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Karya puisi dan cerpennya tergabung dalam banyak antologi, di antaranya: Antologi Puisi Indonesia 1997 (Komunitas Sastra Indonesia & Penerbit Angkasa, Bandung, 1997), Jakarta Dalam Puisi Mutakhir (Dinas Kebudayaan Jakarta dan Masyarakat Sastra Jakarta, 2000), 142 Penyair Menuju Bulan (Kelompok Studi Sastra Banjarbaru & Kalalatu Press, Kalimantan Selatan, 2006), Matinya Sang Pemuda (Oase Pustaka, 2019), Negeri Pesisiran, Dari Negeri Poci 9 (kumpulan puisi, Komunitas Radja Ketjil 2019), When The Days Were Raining (kumpulan puisi, Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2019), Anak Mimpi (Kumpulan Cerpen Anak, Fam Publishing 2015), Kota Kata Kita (Kumpulan Cerpen dan Puisi hasil Lomba yang diadakan oleh DisParBud DKI Jakarta bersama Yayasan Hari Puisi, 2019), The Independent Journey (Antologi Puisi Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia 2020), Negeri Rantau, Dari Negeri Poci 10 (Kumpulan puisi, Komunitas Radja Ketjil 2020), Gambang Semarang, Antologi Puisi Semarangan ( Penerbit Kosa Kata Kita 2020), Alumni Munsi Menulis (Antologi puisi, Kos Kata Kita 2020), Banjarbaru Rain (Antologi puisi Festival Musim Hujan Banjarbaru 2020), Tribute to Soni (kosa Kata Kita 2020), Setelah Sapardi Pergi (Antologi puisi, Diomedia 2020), Antologi Kenangan (Antologi cerpen, Inspirasi Pena 2020), Ibuku Surgaku (Antologi puisi ibu, Kosa Kata Kita 2020), Gabin Barandam (Antologi puisi kuliner, Kindai Sini Kreatif, Banjarbaru 2020), Corona Mengepung Listrik Melambung (Antologi puisi, Kindai Seni Kreatif, Banjarbaru 2020), Risalah Ikrar (Analekta Sajak, Lisstra dan Erabuku, 2020), Hujan dan Api di Punggung Pertiwi (Antologi puisi, Lisstra dan Erabuku, 2020), dan lain-lain

159.Yublina Fay
Yublina Fay, Lahir di Oelnasi Kecamatan Kupang Tengah, Kab. Kupang tanggal 18 Maret

  1. Menyukai puisi sudah sejak SMA. Antologi yang baru diikuti adalah antologi Bersama Lumbung puisi Sastrawan Indonesia VIII 2020 CORONA dan SAMPAH. Bertempat tinggal di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

160.Yus Harris
Yus Harris, adalah penulis yang memiliki nama asli Yustinus Harris Eko Presetijo, putra pertama yang lahir di Surabaya tanggal 14 April 1968 dari pasangan alm. Yulius Harsono Dwidjosiswojo dan Maria Paskalia Sukarti. Almarhum ayahanda dulu semasa hidupnya adalah seorang Tentara Nasional Indonesia berpangkat Pembantu letnan satu (Peltu) dan ibu adalah pensiunan perawat kesehatan yang sekarang tinggal satu kampung dengan penulis di Desa Mojongapit kecamatan Jombang.
Sejak di bangku Sekolah Dasar penulis sudah mempunyai hobi menggambar dan sering mengikuti lomba menggambar di sekolah dan antar sekolah di Surabaya, meskipun belum pernah dapat juara.
Menyukai menulis puisi ketika duduk di bangku kuliah tahun 1987 di IKIP Negeri malang dan belajar sendiri secara otodidak tanpa mengenyam pelajaran menulis sastra apapun. Tahun 1989 pernah mendapat undangan dari Perhimpunan persahabatan Indonesia Amerika untuk mengikuti pameran puisi. Beberapa karya puisi awal saat itu ( th 1987 – 1991) dipublikasikan di koran kampus “Komunikasi” IKIP Negeri Malang, sempat juga muat di harian ibu kota “Swadesi”, tabloit GADIS, Kolom mahasiswa Jawa Pos, koran Surabaya Minggu, majalah “Penyebar Semangat”. Sempat berhenti menulis lama mulai tahun 1993 dan tahun 2017 mulai menulis lagi dan bergabung di Lingkar studi sastra Setrawulan Mojokerto pada bulan April 2018 pada acara terminal sastra yang dipimpin oleh Bapak Indra T Kurniawan. Beberapa puisi pernah dimuat juga di Radar Jawa Pos Mojokerto, radar Jawa Pos Jombang dan juga di media online seperti Situs seni dan sastra Puisipedia pada hari Puisi nasional. Ada dua buah buku antologi yang tercatat di situs web Literanesia.com . Beberapa karya puisi tunggal penulis adalah : Bulan Merindukan Anak Ikan, th 2018 penerbit Temalitera Selendang Bianglala, th 2018 penerbit Temalitera. Mengenang Teman Kantor, th 2019, penerbit Boenga Ketjil, Surga KW 1, Th 2020, penerbit Boenga Ketjil Surga KW 2, Agustus Th. 2020, Boenga Ketjil Jombang Beberapa karya puisi bersama penulis Mojokerto al : Takziah Bulan Tujuh, Kitab Putiba mengenang Sapardi, th 2020 Dari Kisah pemburu Hidayah Hingga Kolak Pisang.Perempuan kencana ( antologi puisi 3 negara)
Dll

161.Zaeni Boli
Moh Zaini Ratuloli (Zaeni Boli), lahir di Flores,29-08-1982, Pernah tampil di acara Festival Internasional “Asean Literary Festival 2015” ,karya –karya puisinya juga termuat di media cetak maupun antologi bersama diantaranya Negeri Poci ,Puisi Menolak Korupsi dan Lumbung Puisi.Tergabung bersama Sastra Kalimalang sebagai Investaris karya sejak 2013-2017 .
Juga aktif bergiat di literasi bersama Agupena Flores Timur .Sekarang tinggal di Flores Timur aktif di Nara Teater ,tampil pada Pekan Teater Nasional 2018 di TIM GBB,menjadi ketua TBM Lautan Ilmu dan mengajar di SMK SURA DEWA Flores Timur mendirikan Eskul Teater “Bengkel Seni Milenial”.Aktif menghidupkan kesenian di Kampus IKTL Larantuka.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *