Press "Enter" to skip to content

MUALLAF SASTRA oleh Selamat Said atas terbitnya Gembok

Sekalipun saya masih katagori
MUALLAF SASTRA Penghargaan dan ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Bapak RgBagus Warsono atas di Gemboknya saya di Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia bersama Penyair-Penyair Besar, Hebat, Keren dan sudah MEWARNAI seantero Negeri atas Karya dan Kontribusinya bagi kemajuan Sastra di Tanah Air.
Bagi saya sebagai Muallaf di Bidang Sastra sangat Sumir dan belum layak masuk dan duduk dengan Penyair – Penyair Besar itu jika di lihat dari Latar Belakang saya yang eksis di Bidang Speaker dan Public Speaking di Kaltim.
Sedikit bernostalgia, kesukaan saya pada Dunia Sastra saat ada Muhibah Sastra di Ponpes Ribathul Khail Timbau Tenggarong Kaltim Tahun 1983 oleh Bang Soekardi Wahyudi , Alm Korry Layun Rampan, Alm Karno Wahid,Dkk.
Sejak itu saya mengatakan’ ” betapa indahnya bahasa Sastra itu”. Dan saya mengikuti setiap kali ada event Lomba Baca Puisi di Kota Tenggarong tanpa pernah ada pembinaan apalagi mendekatkan juara. Hehe.
Malah dapat bagian olokan dari teman di Sekolah karena keikutsertaan Event-Even Lomba.Setelah Lulus MTs Ppkp Ribathul Khail Timbau Tenggarong Tahun 1985 aktivitas Dunia Sastra terhenti karena saat melanjutkan Sekolah di PGAN Samarinda kemudian Kuliah di IAIN Antasari keterlibatan saya lebih menonjol pada Dunia Mahasiswa, Menjadi Ketua Umum HMI Cabang Samarinda Tahun 1992-1993 dengan salah satu Mentor Kepemimpinan Saya Alm.Rizani Asnawie,MPA ( Allahumma Yarhamhu),Beliau Ketua DKD Provinsi Kaltim yang juga Mantan Fungsionaris Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam ( PB HMI ) di eranya.Berlanjut menjadi Fungsionaris DPW PAN Kaltim membawai Kaderisasi
Lalu kapan saya kembali memulai Dunia Sastra ini ?
Yaitu pada saat menghadiri Launching Antologi Puisi Ziarah Cinta Karya Huseni Labib / Biro Humas Pemprov.Kaltim yang juga Yunior di HMI Cabang Samarinda.Dan tergabung di Jaring Penulis Kaltim ( JPK ) Tahun 2017.
Makasih Kanda Soekardi Wahyudi atas Muhibahnya sehingga saya mengenal Dunia Sastra.
Adapun karya saya bisa dilihat di hal 349-353 dengan judul Rakyatku Terbelenggu & Gembok Nusantara.
Salam SilaturraHMI.
Penyair Lumbung Puisi.
RAKYATKU TERBELENGGU
Selamat Said Sanib
Merdeka !
Suaraku parau
Hatiku galau
Lidahku kelu
Tak mampu berteriak lantang
Membela Rakyatku
terhimpit
tertindas
terkungkung
terpasung ketidakadilan
Mereka tak menikmati
Makna Kemerdekaan
Anugerah Tuhan berupa Sumber Daya Alam
Tanah
Air
Bumi
Untuk kemakmuran
Nikmat Tuhan yang mana Kau Dustakan
Mengapa hanya jadi bancakan segelintir orang ?
Bedebah …!
Langkahku terhenti
Aku termangu
Rakyatku terbelenggu
Kebodohan
Kemiskinan
Ketidakadilan
Mereka hidup nambang sampah
Tinggal di kolong langit beralaskan tikar tanah tembikar
Lahan mereka menyempit
Termakan debu areal batubara
Namun jadi penyokong kekuasaan jadi lumbung suara
Mereka tak mampu mendobrak
Kokohnya gembok kekuasaan siluman keparat !
Mereka terbuai kicauan bisikan kabar burung
Tergoda selumpang beras menggunung
Segepok uang selicin minyak akal bulus tipuan cederai kemanusiaan
Sungguh mengerikan !
Ada yang buas menindas Negeri
Lupa diri mengobrak-abrik tatanan lingkungan nan asri
Potret Buram Rakyatku numpang di Negeri sendiri
Hak-hak mereka dikebiri
Suara mereka di bandrol materi
Hingga terlena hidup tak punya VISI
Apalagi BereAKSi
Rakyatku…
Bangkitlah !
Dobraklah !
Jangan terlena
Stop jadi penonton !
Pekikan Merdeka ..!Gelorakan Semangatmu !
Ibu Pertiwi memanggilmu
Bangsa ini milikmu
Tanah Air Warisan Pahlawanmu
Untuk kesejahteraan dan kemakmuran bagi anak cucumu..
Samarinda, 18 Agustus 2020

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *