Press "Enter" to skip to content

Buya Al – Banjari Sosok Penyair yang memahami penyair sebenarnya.

Menjadi penyair adalah membuat prasasti berupa pesan yang ditulis lewat buku/kitab. Buya Al – Banjari memahami ini sebagai penyair yang sangat senior dan sepuh. Baginya menulis adalah menulis tanpa berfikir ini itu. Lumbung Puisi menaruh penghargaan akan hal ini. Ia tak butuh popularitas bahkan tak macam-macam memberi status untuk popularitas diri. Ia lebih banyak memfokuskan diri dengan menulis yang bagus. Adalah teladan buat kita semua. Ia yakin bahwa suatu saat tulisannya akan dibaca masyarakat dan menjadi kebanggan keturunannya , anak cucunya. Kadang kita sendiri, sebagai penyair malu bila melihat kepribadian ini, justru pada merekalah terletak sifat-sifat sejatinya penyair.
Penulis tidak terlalu banyak mengenal Buya Al – Banjari tetapi ada sentuhan sesama penyair bahwa kita diingatkan untuk menahan diri, sabar dan tahu arti sebenarnya penyair itu dan tentu saja apa itu syair sebenarnya. (rg bagus warsono)

32.Buya Al – Banjari
Ahmad Sugian Noor, AA, Al – Banjari.Lahir di Barabai, 7 Desember 1958. Alumni FKIP ULM Banjarmasin Thn 1988, Hobimenulis puisi juga aktivis Teater Tradisi Mamanda Banjarmasin. Sering juara lombabaca puisi se KalSel tahun 1980 an.Bbrp puisi pernah dimuat di SKH.Dinamika Berita dan B.Post tahun 1987 – 1990 dan dibbrp Antologi Puisi bersama Penyair di antaranya : BANJARMASINKU DALAMPUISI ’87 (Thn 1987); “BOSNIA DAN FLORES (Banjarmasin, 1993); *MAUMANGMAKNA di HUMA AKSARA (ASKS XIV Thn 2017 Kandangan); SEMERBAK HUTANSEHARUM OMBAK (ASKS XVI Thn 2019 Tanah Bumbu); MERATUS, NyanyianRindu Anak Banua, (Thn 2020); KUMPARAN PUISI, Dapur Sastra Jakarta (Thn 2020);Setelah SAPARDI Pergi, Sehimpun Puisi Tribute to Sapardi Djoko Damono (PustakaDiomedia, Jakarta 2020); RIUH IMAJI di MASA PANDEMI Antologi Puisi ASKS XVIIKalsel, Tabalong 2020 (Tahura Media); RUANG STEREO MISTERI MANUSIA,Antologi Puisi Penyair Kalimantan Selatan, Disporabudpar Kota Banjarbaru (TahuraMedia, Oktober 2020); PENGEMBARA RINDU, 15 Penyair Nusantara (Juara 2, EventSayembara Tri Lomba Cipta Puisi (November 2020, Kosana Publisher, BanyumasIndonesia).Biodata kepenyairan Buya Al – Banjari dimuat dalam buku Sketsa SastrawanKalimantan Selatan (Balai Pustaka Banjarmasin, Banjarbaru, 2001) dan buku LeksikonPenyair Kalimantan Selatan 1930 – 2020 (Tahura Media, 2020).

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *