Press "Enter" to skip to content

Khalid Ibrahim Alrasyid menulis Kopi Asu.

Senada dengan Indri, Khalid Ibrahim Alrasyid menulis Kopi Asu. Puisi bercerita apik, meski agak trasparan, namun Khalid sudah menunjukan puisi asu yang patut diapresiasi. berikut puisinya :
Khalid Ibrahim Alrasyid:
Kopi Asu
Menjelang siang di sebuah kedai kopi
Di kota yang mulai kehilangan jati diri
Sepi
Kolam-kolam keruh
Jalan-jalan lusuh
Hanya tulang belulang
Sisa pesta semalam
Menjadi santapan asu yang kelaparan
Kusruput segelas kopi
Pekat bagai lumpur-lumpur hitam
Memenuhi pikiran yang mulai hilang keseimbangan
Aah…mata mulai berbinar
Seorang perempuan
Di pojok paling dalam
Menghisap sebatang rokok dalam-dalam
Setengah telanjang sedikit mengangkang
Asu!!
Bikin aku tegang…
Sepertinya aku mulai paham
Kenapa kota ini sepi redam
Tampaknya banyak asu berkeliaran
Mengendus-ngendus, diam, lalu berlarian
Menggonggong
Memenuhi perkantoran, pasar, dan meja-meja kopian
Berlenggang di jalan-jalan
Jangan-jangan kita juga asu tanpa kita tahu
Entah..
Belum ada kesempatan
Menjadi asu peliharaan
Asu!!
Kopiku habis dalam dekap seorang perempuan
Dan kutinggalkan kedai
Berjalan lunglai

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *