Press "Enter" to skip to content

Dyah Nkusuma. Sebuah puisi yang cukup mewakili betapa kini asu menjadi sesuatu yang lumrah

Belum mengatakan antologi ini bagus apabila belum membaca seluruhnya. Puisi-puisi penyair Indonesia ternyata mampu mengungkapkan apa yang ada di Indonesia. Yaitu sebuah gejala yang terjadi pada bangsa ini. Ternyata memang banyak perilaku asu perlu dibaca. Berikut adalah cuplikan puisi karya Dyah Nkusuma. Sebuah puisi yang cukup mewakili betapa kini asu menjadi sesuatu yang lumrah memasuki zaman informasi ini.
Dyah Nkusuma
Tulang
Anjing-anjing menggonggong
Memamerkan kharisma
Seolah nyalaknya
Bikin gidik dunia
Anjing manja berlagu lama
Muka manis saat mengemis
Sudahlah duduk menggigit Tuan
Berulah pongah andalkan jabatan
Gonggongan lantang, mengatasnamakan rakyat, berlaku frontal
Terkenal, barisan pendukung ramai bersorak
Begitu disuguhi belulang, diam menunduk, merunduk-runduk
Menjilat manis sepenuh arti
Pada kepatuhan sepenuh jiwa
Lengah umpan, sandang pakannya
Menggigit menyerang Tuan yang lena
Ambil alih berkacak pinggang
Sampit, 5 03 2021

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *