Press "Enter" to skip to content

Demi Kamu, Gaya lain dari Soekardi Wahyudi

Gaya lain dari Soekardi Wahyudi, sangat beda dengan yang lain. Penyair yang mulai menulis th 80-an ini membuat puisi asunya sebagai mantera pengusir ‘asu-asu yang dimaksud dalam isi puisinya. Gayanya tegas agar pembaca turut hanyut dalam isi bacaan. Namun demikian ada sesuatu yang ia pesankan dalam puisi ini untuk membedakan warna asu. Berikut puisinya:
H. Soekardi Wahyudi
Demi kamu
malam lupa bermimpi
berburu
lolong pilu
asu.
Nada warna dibuat serupa
caci menjadi puja
haram berubah halal
bagi mu tak ada rumus dan kata salah
kebenaran dibalut sepi yang mati
mengadu tak bermakna
percuma
semua menjadi gaguk dan bisu.
Negeri ini begitu pandai membuat suara
suara tangis bumi
suara tangan besi
suara merpati ingkar janji
suara pasal-pasal tumpul untuk ku tajam untuk mu
dan ribuan suara yang bukan murni suara.
Lidah-lidah latah
berteriak memenuhi semua arah
memutar balikkan kata dan fakta
wajah
etika disusun indah
supaya baginda senang tersenyum bahagia
menepuk dada bangga.
Mencari wajah paduka
sama dengan memcari muka.
Mencari muka
sama dengan penjilat.
Penjilat
pergi kau dari singasana
istana merah putih ku.
Demi kamu
aku bersumpah
mengasah puisi setajam sembilu
untuk menantang mu
asu.
Kukar, 17032021.
Mungkin Soekardi Wahyudi menghendaki semua terkaver dalam puisinya karena memang saking banhyaknya asu dan beranekaragamnya asu.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *