Press "Enter" to skip to content

Asu Bali karya Hadi Lempe

Hadi Lempe, adalah seniman dan penyair asal Pekalongan, banyak membacakan monolog dari pangung ke panggung. Kali ini puisi Asunya sungguh luar biasa. Puisi esai dengan cerita yang betul betul asu! Meski Klimaknya tidak ditonjolkan tetapi cukup membuat pembaca tersenyum. Mari kita simak Puisinya.
Memo Untuk Subali


Subali tetanggaku tergolong orang kaya, dia sebagai bos besar dalam bisnis perkeriditan. Tak jauh berbeda dengan adiknya Sutenan lulusan sarjana ekonomi, pas saja ia membuka usaha sebagai pengepul barang bekas atau juragan rongsok kesohor. Subali dan Sutenan mendapat anugrah bisa berangkat haji.


Di kampung tempat tinggalnya, mereka sangat di kenal oleh masyarakat. Saat persiapan untuk berangkat haji, masyarakat di kumpulkan, dengan iring-iringan tabuhan gendang dan rebana Subali dan Sutenan di arak meriah, segala mantra dan do’a terlempar mengiring keberangkatan menuju tanah suci.


Sebulan di tanah suci, mekah sana Subali dan Sutenan mendapat gelar haji, juga namanya mendapat tambahan menjadi H.Ahmad Subali dan H.Ahmad Sutenan. Menjelang kepulanganya dari tanah suci, H. Ahmas Subali dan H.Ahmad Sutenan, mengabarkan pada keluarnya, agar bisa disambut meriah oleh masyarakat Tepat kepulangan H. Ahmad Subali dan H.Ahmad Sutenan, sepanduk, baliho serta hiasan bendera umbul – ramai penuhi jalanan.


Masyarakat berjejer menunggu kedatanganya. Dengan mobil mewah bersirene memamcar lampu biru H. Ahmad Subali dan H. Ahmad Sutenan berdiri di atas mobil dengan pengawalan khusus. Masyarakat riuh dengan teriakan-teriakan serta yel-yel Selamat kembali ke bumi kelahiranya Haji Ahmad Subali Selamat datang Haji Ahmad Sutenan Hidup, jayalah Haji Ahmad Subali, Haji Ahmad Sutenan, begitu riuh suara masyakat Terompet, gendang juga tebana tak kalah ramainya.
Tiba-tiba suara teriakan mecah keramain. tak lain suara Haji Ahmad Subali sendiri, dengan lantang berkata “Wahai saudara-saudaraku, ibu,bapak terimakasih atas sambutan kalian. Tapi tak perlu panjang menyebut namaku. Serentak riuh masyarakat berhenti, sejenak diam suasana sepi Masyarakat kebingungan saling pandang.


Tiba-tiba pula terdengan teriaknan seoran dari balik kemuruman orang ” hidup Haji A Subali, Selamat kembali Hay A Sutenan. Sontak masyarakatpun bersama-sama bagailan koor melontarkan yel-yel HIDUP HAY ASU-BALI SELAMAT KEMBALI HAY ASU-TENAN ASUBALI ASUTENAN ASUBALI ASUTENAN


Pekalongan 20/2/21 hadi lempe

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *