Press "Enter" to skip to content

Penyair Modern yang Patut Diperhitungkan

Gea Setiawati Nesah

Aku tahu mereka adalah pemuda menjelang dewasa yang sejak kecil tlah menyukai puisi dan menulis puisi. Kecintaannya begitu tulus sehingga slalu aktif bersastra. Tak sekedar menyukai tetapi juga cinta terhadap sastra. Sehingga mulai tampak kemapanan sebagai penyair. Karyanya sudah barang tentu telah banyak tersebar di sarana media saat ini yaitu berbagai event antologi bersama. Penampilannya bahkan lebih tulen sebagai penyair karena telah sejak kecil berteman dengan puisi. Bahkan di antaranya mereka yang berada di beberapa kota menjadi pelopor gerak sastra Indonesia sehingga sastra Indonesia melalui puisi tetap lestari. Pemuda-pemuda kebanggaan itu adalah: Zaeni Boli di Flores, Muhammad Lefand di Jember, Agus Chaerudinov Vandee di Tangerang, Muhammad Mohammad Mukarom di Wonosobo, Muhammad Mohamad Iskandar di Demak, Aloeth Pathi II di Pati, Brigita Neny Anggraeni di Blora, Gia Setiawati Nesa di Kotamobagu, Dwi Wahyu Candra Dewi di Blora, Nana Sastrawan di Jakarta, Fian N di Maumere, Seruni Seruni di Solo, Melur Seruni di Singapura, Rai Sri Artini di Denpasar, Lukni Maulana di Semarang, Dwi Indriani Masruroh di Banyuwangi dan masih banyak lainnya yang belum penulis sebutkan. Mereka kini karya-karyanya patut diperhitungkan dalam jajaran perpuisian nasional. (catatan perkembangan sastra 2020)

Dwi Wahyu Candra Dewi

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *