Press "Enter" to skip to content

Orang-orang Tua Penyair Teladan

Budhi Setyawan

Mereka tak butuh sanjung apalagi popularitas, baginya berkarya adalah hidupnya. Penghormatan ini dikarenakan barkarya sastra di zaman ini sulit mendapatkan imbalan. Mereka tak butuh imbalan bahkan dalam pahit getirnya kehidupan yang boleh dibilang tak membutuhkan kepentingan pribadi apalagi materi. Ada yang hidupnyua sederhana bahagia apa pula yang memprihatinkan , namun justru di hari-hari tuanya sastrawan-sastrawan ini semakin mantap berkarya. Karya-karya mereka pun seakan emas yang dinanti para kawula muda. Puisi-puisnya yang bertebaran di berbagai antologi bersama sungguh merupakan puisi-puisi ungguklan yang tak kalah bersaing dengan yang muda-muda. Mereka adalah Surasono Rashar Di Lumajang, Rosyidi Aryadi di Palangkaraya, Rahmat Ali di Malang, I Made Suantha di Giyanyar, Herry Lamong di Bondowoso, Wawan Hamzah Arfan di Cirebon, Kang Zay di Pekalongan, Wardjito Soeharso di Semarang, Zoya Herawati di Solo, Hilda Winar di Jakarta, Nani Tandjung di Jakarta, Wadie Maharief di Jogyakarta, Isbedy Stiawan Z S di Bandar Lampung, Bambang Widi Yogyakarta di Yogyakarta, Adri Darmadji Woko di Yogyakarta, Omni Koesnadi di Bogor, Enthieh Mudakir di Slawi, Barokah Nawawi di Purworejo, Tajuddin Noor Ganie di Banjarmasin, S Ratman Suras di Medan, Eko Tunas di Tegal, Acep Zamzam Noor di Tasikmalaya, Joko Punirbo di Jakarta, Yanusa Nugroho di Jakarta, Ahmadun Yosi Herfanda di Bandung, Teguh Wage Tegoeh Wijono II , Budhi Setyawan di Bekasi, Gunoto Saparie di Semarang , Agus R Agus R. Subagyo di Blitar di Banyumas, Yoffie Cahya di Majalengka. masih banyak lagi yang harus disebutkan yang kini usianya telah menginjak 60 tahun , lebih dan bahkan ada yang sudah 70 tahun. Betapa kita harus memberi hormat akan usaha dan jasa mereka melestarikan sastra Indonesia. Ada yang beruntung dalam hitungan jari mendapat penghargaan dari Pemerintah tetapi selebihnya tak pernah disentuh sedikitpun oleh pemerintah. Bentuk penghargaan itu adalah : Mari kita mempelajari karya sebagai warisan mereka. Jika bukan kita yang muda-muda siapa lagi. (rg bagus warsono, 26 Juli 2021) Ket : Nama-nama lain dapat diusulkan dan diterima.

Tadjuddin Noor Ganie

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *